DPP Diminta Turun Tangan Atasi Konflik Golkar Kota Bekasi

- Editor

Minggu, 28 November 2021 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (Ist)

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Dualisme kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi memasuki babak baru.

Dimana kubu Nofel Saleh Hilabi melakukan gugatan ke Mahkamah Partai (MP) atas kepengurusan Ade Puspitasari yang dipilih secara aklamasi melalui Musda Golkar pada 29 Oktober 2021 lalu.

Konflik di tubuh partai berlambang pohon beringin itu pun mengundang perhatian sejumlah kalangan. Saling klaim terkait siapa yang peling mendapatkan legitimasi dari kader Golkar maupun DPP, dilakukan oleh kedua kubu tersebut.

Menanggapi konflik di internal Partai Golkar Kota Bekasi, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Prof.Cecep Darmawan mengatakan, kedua belah pihak yang berseteru sebaiknya duduk bersama agar mendapatkan solusi yang terbaik guna kepentingan partai lebih luas.

Selaku ilmuan, Prof.Cecep melihatnya bahwa fenomena ini biasa saja terjadi. Hal itu terkait dengan perebutan kekuasaan. Sebab partai itu merupakan salah satu instrumen untuk memperoleh kekuasaan.

“Setuju atau tidak setuju, partai itu sebaga instrumen dari kekuasaan. Oleh karena itu wajar berbagai pihak untuk memperebutkan itu,” kata Cecep kepada Mediakarya, Sabtu (27/11/2021).

Prop.Cecep mengatakan, yang harus dipertimbangkan oleh para kader Golkar adalah bahwa bangsa ini adalah negara hukum. Oleh karenanya setiap kader harus patuh terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.

Kemudian di dalamnya ada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Mahkamah Partai (MP). Jadi kata Prof. Cecep, jika rerjadi perselisihan seharusnya dikembalikan pada aturan internal partai tersebut.

“Itu kan persoalan internal partai. Jadi, alangkah baiknya DPP Golkar, DPD Tingkat I, dan DPD Golkar Kota Bekasi untuk duduk bersama untuk mencari solusi. Di situ bukan bicara siapa menang dan siapa kalah, tapi siapa yang memenuhi syarat-syarat ketentuan partai,” jelas Prof.Cecep.

Baca Juga:  Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

Dikatakannya, setelah disepakati menurut AD/ART partai, maka DPP Golkar dapat mengambil keputusan siapa yang berhak menjadi Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.

“Karena saat ini kedua belah pihak saling klaim. Yang A mengklaim dan yang B mengklaim paling berhak memimpin, dan hal itu sangat tidak bagus dalam dinamika Partai Golkar itu sendiri,” katanya.

Dengan segudang pengalaman yang pernah dihadapi dinamika di internalnya, Cecep yakin Partai Golkar dapat mengatasi persoalan kknflik Golkar di Kota Bekasi.

Kendati demikian, kata Prof. Cecep dengan adanya dinamika yang terjadi di tubuh Partai Golkar, besar maupun kecilnya sangat mempengaruhi elektabilitas Airlangga Hartarto sebagai Calon Presiden di 2024 mendatang.

Oleh karenanya, Cecep mengatakan, bila Partai Golkar menginginkan kemenangan maka partai ini harus membangun soliditas dari atas hingga akar rumput.

”Jadi yang diutamakan dalam konflik ini adalah kepentingan partai. Bukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ini yang seharunya menjadi point semua pihak untuk menurunkan ego masing-masing,” katanya.

Sebab, jika konflik ini terus dibiarkan, bukan saja merugikan internal partai, kelompok lain juga bisa tidak simpatik terhadap Partai Golkar.

“Jadi supaya tidak ada pihak ketiga, DPP Golkar harus mencari titik temu. Persoalan konflik ini jangan dibiarkan. karena bisa saja akan menjadi efekdomino bagi Partai Golkar itu sendiri,” pungkasnya. (Mam)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Perpanjangan PKS TPST Bantargebang Disorot, Sekjen Prabu Peduli Lingkungan Minta Libatkan Masyarakat dan Aktivis
Takziah SBY ke Rumah Duka Guruh Soekarno Putra Dinilai Jadi Sinyal Rekonsiliasi Politik
Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan
Munjirin Ingatkan Pemilik Gedung Antisipasi Bahaya Kebakaran
Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI
Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi
Penonaktifan 5 Pejabat Lapas Cibinong Menguatkan Dugaan Kamar Khusus Berbayar

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:53 WIB

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung

Senin, 28 September 2026 - 17:43 WIB

Perpanjangan PKS TPST Bantargebang Disorot, Sekjen Prabu Peduli Lingkungan Minta Libatkan Masyarakat dan Aktivis

Senin, 28 September 2026 - 16:59 WIB

Takziah SBY ke Rumah Duka Guruh Soekarno Putra Dinilai Jadi Sinyal Rekonsiliasi Politik

Senin, 28 September 2026 - 10:33 WIB

Munjirin Ingatkan Pemilik Gedung Antisipasi Bahaya Kebakaran

Senin, 28 September 2026 - 08:23 WIB

Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI

Berita Terbaru