Erick Thohir Siap Kolaborasikan Program Ekonomi Syariah dengan PBNU

- Editor

Sabtu, 25 Desember 2021 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir siap mengkolaborasikan program ekonomi syariah dengan Nahdlatul Ulama (NU) di bawah kepemimpinan baru Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Menurutnya, dengan adanya kepemimpinan baru, maka semangat baru akan lebih bergairah untuk membangun ekonomi keumatan.

“Saya mengenal sosok Gus Yahya yang memiliki basis intelektualitas, budaya, serta tradisi kuat, layaknya pula Kiai Said yang sama-sama menghidupkan pemikiran Gus Dur dalam membesarkan ekonomi keumatan,” ujar Erick dalam keterangannya, Sabtu (25/12).

Ada empat program unggulan yang telah disiapkan oleh Erick Thohir, selaku Ketua Umum (Ketum) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Pertama, mengembangkan pasar industri halal di dalam dan di luar negeri, kedua, mengembangkan industri keuangan Syariah.

“Ketiga investasi yang bersahabat yang melibatkan pengusaha daerah dan keempat, pengembangan ekonomi syariah di pedesaan secara berkelanjutan,” katanya, dikabarkan dariĀ merdeka.

Sebagaimana diketahui, salah satu bukti ialah pembentukan holding Bank Syariah Indonesia (BSI). Hal ini dikarenakan pemerintah bisa melihat potensi keuangan syariah dan BSI bisa lebih besar ke depannya, dengan dukungan penuh untuk turut mengembangkan rantai pasok ekonomi halal.

Baca Juga:  Ungkap Dugaan Keterlibatan Korupsi Kuota Haji, Rumah Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Digeledah KPK

Erick Thohir pun teringat, bagaimana peran penting Ketua PBNU sebelumnya, yakni Kiai Said Aqil Siradj di balik pembentukan BSI. Menurutnya, tanpa kontribusi dan pemikiran dari Kiai Said, tentu pembentukan holding bank syariah BUMN tidak akan berjalan lancar.

“Sejarah tentu akan mencatat jasa besar Kiai Said saat berdirinya BSI. Menjadi ikhtiar kita bersama untuk melanjutkan perjuangan itu,” tutup Erick.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
Analis: Era Aman Rokok Ilegal Berakhir, Penyitaan Tembus 1,3 Miliar Batang
FAST Desak KPK Bongkar Dalang di Balik Mangkirnya Nusron Wahid, Diduga Berlindung di Balik Ormas
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Ketua LPKAN: Jangan Rampok Uang Keselamatan Rakyat
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Analis: Era Aman Rokok Ilegal Berakhir, Penyitaan Tembus 1,3 Miliar Batang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

FAST Desak KPK Bongkar Dalang di Balik Mangkirnya Nusron Wahid, Diduga Berlindung di Balik Ormas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Berita Terbaru