PPP, PAN dan Nasdem Diprediksi Tak Lolos Parliamentary Threshold

- Editor

Rabu, 2 Februari 2022 - 05:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Partai Politik (Ist)

Partai Politik (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Tiiga partai politik diprediksi tidak lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold, pada Pemilu 2024 mendatang.

Tiga parpol itu adalah Partai Nasdem dengan elektabilitas sebesar 3,9 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebesar 2,9 persen, dan Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 1,9 persen.

Hal tersebut berdasarkan survei Trust Indonesia Research and Consulting terkait dinamika politik dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Trust Indonesia Azhari Ardinal dalam memaparkan hasil surveinya mengatakan, bahwa tiga Parpol yang dimaksud diprediksi tidak memiliki perwakilan di parlemen Senayan pada pemilu mendatang.

Sementara itu, kata Azhari elektabilitas tertinggi masih ditempati PDI-P sebesar 21,8 persen.

Di peringkat kedua, Partai Gerindra dengan elektabilitas sebesar 17,3 persen. Kemudian disusul oleh Partai Golkar dengan elektabilitas sebesar 10,6 persen.

Baca Juga:  PPP Sebut Kenaikan Elektabilitas Ganjar Stabil

Di peringkat keempat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan elektabilitas sebesar 9,9 persen.

“edangkan di peringkat kelima, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan elektabilitas sebesar 8,1 persen. Selanjutnya, Partai Demokrat sebesar 7 persen,” ujar Azhari baru-baru ini.

Untuk diketahui, Trust Indonesia Research and Consulting telah melakukan survei pada 3-12 Januari 2022 secara tatap muka langsung. Sebanyak 1.200 responden yang dipilih untuk mengikuti survei ini.

Adapun, teknik pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dengan menetapkan margin of error sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.**

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa
Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah
Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:00 WIB

GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya

Berita Terbaru