Anies: Lebih dari 9.000 Anak di Jakarta Orang Tuanya Meninggal karena Covid-19

- Editor

Sabtu, 12 Februari 2022 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Anies Baswedan (Ist)

Gubernur DKI Anies Baswedan (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mencatat lebih dari 9.000 anak di wilayahnya menjadi yatim atau yatim piatu karena Covid-19. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meluncurkan program untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak tersebut.

“Ada lebih dari 9.000 anak yang orang tuanya meninggal karena Covid. 9.000 Anak di Jakarta yatim atau yatim piatu karena Covid,” ungkapnya melalui kanal YouTube Anies Baswedan, Sabtu (12/2/2022).

Dilansir dari merdeka, Anies mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebetulnya tidak memiliki anggaran khusus untuk membantu anak yatim atau yatim piatu karena Covid-19. Namun, dia mengajak mitranya di DPRD DKI untuk memikirkan nasib anak-anak yang menjadi korban pandemi Covid-19.

Setelah berdiskusi dengan DPRD DKI, terbentuklah program peduli anak dan remaja dalam bentuk Kartu Peduli Anak dan Remaja.

Melalui kartu tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyalurkan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan kepada anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

“Bantuan senilai Rp300 ribu per anak per bulan dan itu diberikan kepada anak-anak yang usianya di bawah 18 tahun atau remaja yang berusia 18 sampai 22 tahun,” jelasnya.

Anies menjelaskan, sebelum bantuan tersebut disalurkan, sempat ada perdebatan untuk menentukan sasaran penerima Kartu Peduli Anak dan Remaja. Sebab, dari data yang dikantongi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ada anak-anak yang masuk kategori mampu.

Baca Juga:  50 Juta Vaksin Zivifax Segera Tiba di Indonesia

Anies mengaku menegaskan bahwa bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak pandang bulu. Harus diberikan kepada seluruh anak-anak korban pandemi Covid-19.

“Ketika semua dijangkau ke 9.000 anak ini, kembali ada 4.345 anak yang menyampaikan membutuhkan atau mau menerima, yang 5.000 sisanya menyatakan kami cukup. Kami bersyukur bahwa mereka sudah ada yang mengurusi dan sudah cukup, mudah-mudahan mereka nanti punya masa depan yang cerah, secerah jika mereka bersama orang tuanya,” ujarnya.

Menurut Anies, kepedulian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada anak-anak tersebut tidak lepas dari keterbukaan data kasus Covid-19. Tanpa data yang lengkap dan transparan, pemerintah tidak bisa mengetahui berapa banyak anak yang ditinggal orang tuanya karena keganasan virus SARS-CoV-2 itu.

“Jika dulu kematian orang tuanya disembunyikan, maka hari ini kita tidak bisa mengatakan bahwa orang tuanya meninggal karena Covid. Kejujuran data pada waktu itu memberikan kepada kita hari ini kesempatan untuk menjalankan tanggung jawab kita, melindungi anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid,” tutupnya.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP
Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan
Yunarto Wijaya Bongkar Manuver Prabowo Copot Orang Dekat Jokowi, Permainan Cantik Itu Karena Kecanggihan Sang Operator
Soal UU Pemilu Wajib Diusung 2 Partai DPR, Saiful Mujani Prediksi Hanya 3 Pasangan Capres, Prabowo-Puan vs AHY-Anies Menguat
Dua Tahun Prabowo-Gibran, BEM Nusantara DKI Jakarta Desak Evaluasi Total: Jangan Cuma Bangun Narasi Keberhasilan
Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan
Bungkam Soal Ijazah Gibran, Zulhas Dituding Hutang Budi ke Jokowi
Pakar Ingatkan Istana: 35-40% Suara Tak Puas Bukan Angka Kecil, Jangan Diabaikan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:15 WIB

PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Soal UU Pemilu Wajib Diusung 2 Partai DPR, Saiful Mujani Prediksi Hanya 3 Pasangan Capres, Prabowo-Puan vs AHY-Anies Menguat

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, BEM Nusantara DKI Jakarta Desak Evaluasi Total: Jangan Cuma Bangun Narasi Keberhasilan

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan

Berita Terbaru

Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, (Ist)

Nasional

PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP

Senin, 19 Okt 2026 - 18:15 WIB