Agus Wahid: Bahlil Bukan Figur Arus Bawah, Golkar Terancam Kehilangan Marwah dan Elektoral

- Editor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum Golkar Bahlil Lahadalia (Ist)

Ketum Golkar Bahlil Lahadalia (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Dinamika internal Partai Golkar pasca peralihan kepemimpinan dari Airlangga Hartarto ke Bahlil Lahadalia terus menjadi sorotan. Direktur Program Pusat Kajian Strategis Daksinapati Universitas Indonesia (UI), Agus Wahid. Dia menilai Partai Golkar saat ini berada di persimpangan jalan untuk mengembalikan marwah sebagai partai kader.

Menurutnya, Bahlil dinilai sebagai figur pemimpin Golkar yang terpilih bukan karena usulan kuat dari arus akar rumput.

“Golkar ini partai dengan mesin kaderisasi yang mapan. Namun kemunculan Bahlil sebagai Ketua Umum bukan representasi dari aspirasi akar rumput di DPD-DPD,” ujar Agus Wahid kepada Mediakarya di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Jalan Mulus Bahlil dan Intervensi Kekuasaan

Agus Wahid juga menyoroti adanya dugaan intervensi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dalam kasus hukum yang diduga menjerat Airlangga Hartarto. Intervensi tersebut dinilai menjadi jalan mulus bagi Bahlil untuk menduduki kursi Ketua Umum Partai Golkar.

“Kasus hukum yang menjerat Airlangga menjadi momentum. Intervensi politik di balik itu membuka karpet merah bagi Bahlil,” kata dia.

Ia mengungkapkan, banyak kader senior Golkar sejatinya tidak sepakat dengan diangkatnya Bahlil sebagai Ketua Umum. Namun, Golkar sebagai partai yang matang dalam menjaga dinamika internalnya, membuat suksesi tersebut berjalan mulus tanpa konflik terbuka yang mencuat ke permukaan.

“Para kader senior menahan diri. Mereka tidak ingin Golkar terlihat gaduh, tapi di dalam, penolakan itu ada,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sekjen Kemenag Ingatkan Gaji Pegawai PPPK tidak Boleh Dipotong

Bukan Kader Militan

Lebih lanjut, Agus menegaskan Golkar bukan partai kemarin sore. Para elit dan kader senior melihat partai berlambang pohon beringin itu dengan jernih.

Selain dinilai tidak memiliki basis akar rumput yang kuat, Bahlil juga dinilai bukan kader militan yang tumbuh dan dibesarkan dari bawah melalui jenjang kaderisasi Golkar.

“Bahlil dinilai hanya sebagai boneka dari kepanjangan tangan kepentingan Jokowi. Dia tidak tumbuh dari rahim Golkar,” tegas Agus.

Karena itu, menurutnya, sudah saatnya para elit Golkar mengambil langkah konsolidasi untuk mengembalikan marwah partai.

“Saatnya elit Golkar mengembalikan marwah partai agar tidak dikuasai oleh kelompok yang hanya mencari keuntungan bagi pribadi dan kelompoknya,” ujarnya.

Elektoral Terancam di 2029

Peringatan keras juga disampaikan Agus Wahid terkait dampak elektoral. Berdasarkan rilis dari sejumlah lembaga survei, banyak kader Golkar di daerah yang mengaku jenuh dengan gaya kepemimpinan Bahlil saat ini.

Jika kejenuhan dan konflik laten di internal tersebut terus dibiarkan tanpa penyelesaian, dikhawatirkan akan menggerus elektoral Golkar secara signifikan pada Pemilu 2029 mendatang.

“Jika tidak ada evaluasi dan koreksi, Golkar bisa kehilangan basis tradisionalnya. Kejenuhan kader adalah alarm bahaya bagi elektoral,” pungkasnya. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan
Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan
Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana
Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa
Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Agus Wahid: Bahlil Bukan Figur Arus Bawah, Golkar Terancam Kehilangan Marwah dan Elektoral

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Berita Terbaru

Ilustrasi

Opini

Seandainya Jokowi Itu Messi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 09:07 WIB