Akademisi: Transisi EBT Tidak Bisa Langsung Gantikan Energi Fosil

- Editor

Minggu, 22 Oktober 2023 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG, Mediakarya – Akademisi dari Universitas Andalas sekaligus Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia Sumatera Barat (Sumbar) Insannul Kamil mengatakan transisi energi baru terbarukan (EBT) tidak bisa langsung menggantikan energi fosil seperti batu bara.

“Transisi energi ini sebuah proses. Misalnya PLTU, maka tidak bisa langsung tahun depan operasionalnya dihentikan karena ada skenario panjang yang harus disiapkan,” kata Insannul Kamil di Padang, Sumbar, Minggu.

Pemerintah bersama pihak terkait harus melakukan atau menyiapkan kajian dalam menjaga eksistensi transisi energi fosil yang salah satunya digunakan sebagai sumber energi PLTU sebelum beralih secara penuh ke EBT.

“Jadi, kajian ini merupakan bagian dari transisi dari energi fosil ke energi hijau,” katanya.

Saat ini, Sumbar sedang dalam proses transisi fosil ke EBT. Data Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral Sumbar, per Desember 2022 implementasi EBT di Ranah Minang sudah mencapai 29 persen dari target 40 persen pada 2025.

Baca Juga:  Achmad Yani dan Pantas Nainggolan DIplot Jadi Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Sementara

Wakil Rektor III Universitas Andalas tersebut menegaskan keberadaan PLTU serta pembangkit listrik yang masih menggunakan energi fosil di daerah itu, bukan bentuk inkonsistensi pemerintah setempat yang sedang menuju net zero emission.

“Jadi, bukan sesuatu yang bertentangan juga dengan pencapaian net zero emission pada 2060. Tapi skenario mengurangi energi fosil juga terus dilakukan,” ujarnya, dilansir dari antara.

Pemerintah Provinsi Sumbar terus mengoptimalkan berbagai potensi sumber EBT. Salah satunya menggarap energi panas bumi yang mempunyai potensi hingga 17 ribu Mega Watt.

Saat ini pemangku kepentingan baru bisa menggarap sekitar 85 Mega watt yakni di Kabupaten Solok Selatan. Namun, pemerintah sedang masuk pada tahap dua dengan estimasi 85 Mega Watt. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah
Kendalikan Alih Fungsi Lahan, Pemkab Nisel Gelar Uji Publik Raperda LP2B
Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Lewat Program Polantas Karib, Polres Nias Selatan Tanamkan Kesadaran Berkendara Sejak Dini
Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra
Polemik Proyek Jalan Poros Brebes Menguat, Daksinapati UI: Lelang APBD Harus Transparan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Lewat Program Polantas Karib, Polres Nias Selatan Tanamkan Kesadaran Berkendara Sejak Dini

Berita Terbaru