Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi

- Editor

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Agus H. Widodo

Direktur Utama Agus H. Widodo

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Utama Agus H. Widodo menegaskan peran Bank Jakarta sebagai penghubung berbagai elemen pembangunan kota melalui sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Urban Talks BUMD: Katalisator Kota, Akselerator Pembangunan yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Future Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Menurut Agus, gambaran Jakarta masa depan tidak hanya diukur dari keberadaan gedung pencakar langit, jaringan transportasi modern, atau teknologi kecerdasan buatan yang semakin berkembang. Lebih dari itu, kota masa depan harus mampu membangun keterhubungan antarpemangku kepentingan di dalamnya.

“Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, jika MRT Jakarta berperan sebagai Mobility Operating System, sementara Transjakarta menjadi platform mobilitas publik dan PAM Jaya mengelola sistem layanan air, maka Bank Jakarta ingin menjadi Financial Operating System bagi Jakarta.

Dalam mewujudkan visi tersebut, Bank Jakarta mengusung empat strategi utama. Pertama, financial inclusion atau inklusi keuangan dengan memastikan seluruh warga Jakarta dapat mengakses layanan keuangan formal secara mudah, aman, dan digital.

“Faktanya masih banyak warga Jakarta yang belum masuk ke dalam sistem keuangan formal. Ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami selesaikan,” katanya.

Strategi kedua adalah mendorong pertumbuhan UMKM. Agus menegaskan bahwa dukungan kepada pelaku usaha tidak cukup hanya melalui penyaluran kredit, tetapi juga dengan membantu mereka masuk ke ekosistem digital, memperluas akses pasar, serta memperkuat rantai pasok. “UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan,” ujarnya.

Selanjutnya, Bank Jakarta akan memperkuat program housing inclusion atau akses pembiayaan perumahan. Menurut Agus, salah satu tantangan terbesar generasi muda Jakarta saat ini adalah memiliki rumah yang terjangkau. “Akses pembiayaan rumah harus menjadi bagian dari strategi kota karena banyak anak muda yang kesulitan menjangkau harga rumah di Jakarta,” kata dia.

Baca Juga:  Komisi A DPRD Langkat Desak KJPP Lakukan Appraisal Ulang Lahan Tol Bijai-Langsa di Kecamatan Gebang

Strategi keempat adalah investment enablement dengan membangun kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Jakarta. Agus menilai kota global tidak dapat dibangun hanya mengandalkan APBD, melainkan membutuhkan investasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Peran Bank Jakarta bukan sekadar menghimpun dana dan menyalurkan kredit, tetapi menjadi penghubung antara warga, UMKM, pemerintah, dan investor dalam satu ekosistem kota,” ujarnya.

Agus juga menekankan pentingnya prinsip no one left behind dalam setiap proses transformasi digital dan pembangunan kota. Menurutnya, modernisasi dan kemajuan teknologi harus mampu memperluas kesempatan bagi seluruh warga, termasuk pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, hingga keluarga muda yang sedang berjuang memiliki rumah pertama.

“Teknologi tanpa inklusi hanya akan menciptakan kesenjangan yang semakin lebar. Karena itu, transformasi digital harus memberi manfaat bagi mereka yang selama ini tertinggal,” katanya.

Ia menambahkan, peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kini telah berkembang dari sekadar menjalankan usaha menjadi penggerak ekosistem pembangunan yang mampu memperluas kesempatan bagi masyarakat.

“Ukuran keberhasilan Jakarta bukan seberapa tinggi gedung yang berdiri, tetapi seberapa banyak mimpi yang dapat diwujudkan oleh warganya. Jika MRT menghubungkan titik-titik kota, maka Bank Jakarta akan menghubungkan peluang-peluang kehidupan,” ujar Agus.

Melalui visi tersebut, Bank Jakarta berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang tangguh, cerdas, kompetitif secara global, sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya. (dri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kadin Luncurkan Buku Putih 2026, Didik Rachbini: Industri Harus Kembali Jadi Lokomotif, Jangan Business As Usual
Ketua BPKN RI: Kelangkaan BBM Tak Boleh Bebani Konsumen, Pemerintah Harus Pastikan Distribusi Lancar
Guntur Romli: Jumat Hitam, IHSG Ambruk 11,57%, Indonesia Terancam Turun Kasta Selevel Zimbabwe
Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat
Kadin Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang, Perkuat Rantai Pasok dan Stabilitas Harga Sembako
Analis: Era Aman Rokok Ilegal Berakhir, Penyitaan Tembus 1,3 Miliar Batang
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Kadin Luncurkan Buku Putih 2026, Didik Rachbini: Industri Harus Kembali Jadi Lokomotif, Jangan Business As Usual

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Ketua BPKN RI: Kelangkaan BBM Tak Boleh Bebani Konsumen, Pemerintah Harus Pastikan Distribusi Lancar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Guntur Romli: Jumat Hitam, IHSG Ambruk 11,57%, Indonesia Terancam Turun Kasta Selevel Zimbabwe

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kadin Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang, Perkuat Rantai Pasok dan Stabilitas Harga Sembako

Berita Terbaru

Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, (Ist)

Nasional

PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP

Senin, 19 Okt 2026 - 18:15 WIB