Bertemu Pakar di Istana, Adi Suparto Sebut Prabowo Tunjukkan Kelas Negarawan

- Editor

Minggu, 27 September 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (Ist)

Presiden Prabowo Subianto (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para pakar dan akademisi di Istana Merdeka, Kamis (24/9/2026), mendapat sorotan positif dari pakar komunikasi politik Dr. Adi Suparto.

Menurut Adi, Presiden Prabowo memberikan teladan yang patut dicatat tentang bagaimana meluruskan kesalahpahaman tanpa meninggikan suara, tanpa menuding siapa pun, dan tanpa merusak kehormatan pihak lain.

Hal ini terkait beredarnya potongan ucapan Presiden sebelumnya di acara HUT PAN yang dimaknai keliru seolah tidak menghormati para pakar dan pengamat dengan istilah “pakar goblok”.

“Ketika ada ucapan beliau yang beredar dengan pemaknaan keliru, seolah-olah tidak menghormati para pakar, beliau meluruskannya dengan tiga langkah yang sederhana namun berbobot,” ujar Adi dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).

Tiga Langkah Prabowo

Adi merinci tiga langkah yang dilakukan Prabowo dalam pertemuan tersebut. Pertama, mengakui secara terbuka, tanpa marah dan tanpa menuduh.

Prabowo menyampaikan dengan tenang. Dan ia pun berujar bahwa pembicaraannya dipelintir, yang seolah tak menghormati pakar.

“Beliau tidak menyalahkan media, tidak menyebut nama, tidak memperpanjang perdebatan. Cukup menyampaikan dengan tenang: ada hal yang disampaikan tidak sebagaimana mestinya. Terbuka, jujur, dan tidak berlebihan,” jelas Adi.

Kedua, membuktikan dengan kebenaran yang meyakinkan. “Saya justru paling menghormati para pakar. Sepanjang karier saya, saya berhasil karena selalu mencari dan mendengarkan para ahli.”

Menurut Adi, Prabowo tidak memohon belas kasihan, melainkan menyampaikan fakta kehidupan yang tak dapat dibantah. Keberhasilan yang diraih justru berkat nasihat para pakar.

Baca Juga:  Jelang Puncak Ibadah Haji, Kepala BPKN Imbau Seluruh Jamaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik

Jika demikian, mustahil bagi Prabowo untuk meremehkan mereka. Logika yang jernih, disampaikan dengan kerendahan hati.

Ketiga, menutup dengan penghormatan nyata, meminta bimbingan. “Mohon para Bapak dan Ibu sekalian memberi tahu saya, apa langkah terbaik yang harus diambil. Saya mohon masukan dari para ahli.”

“Ini adalah bentuk penghormatan yang paling tinggi, menempatkan para pakar pada kedudukan yang seharusnya; sebagai penasihat yang dicari pandangannya, bukan sekadar tamu yang didengarkan sebentar. Permohonan bimbingan ini sekaligus mengembalikan harga diri para pakar yang sempat terasa tersentuh,” tutur Adi.

Lima Prinsip Teladan

Adi menilai ada lima prinsip yang terangkum dalam sikap Prabowo tersebut yang dapat menjadi teladan bagi kita semua.

Pertama adalah keterbukaan. Mengakui adanya kesalahpahaman secara langsung, bukan menutup-nutupi.

Kedua adalah kejujuran. Disampaikan apa adanya, tanpa memutarbalikkan fakta.

Ketiga adalah kesantunan. Meluruskan kesalahan tetap dilakukan dengan lembut, memperbaiki persepsi tanpa menghakimi.

Keempat adalah penghormatan. Langkah yang diambil bukan sekadar menjaga nama baik diri sendiri, melainkan sekaligus mengembalikan kehormatan para pakar.

Dan kelima, adalah semangat membangun. Pertemuan ditutup bukan dengan perpisahan yang dingin, melainkan dengan ajakan bekerja sama untuk mencari jalan terbaik bagi bangsa.

“Meluruskan kesalahpahaman tidak harus dengan keras. Cukup dengan kejujuran yang tenang, kerendahan hati yang tulus, dan keinginan untuk bersama-sama mencari jalan yang benar. Itulah cara yang paling berwibawa; dan paling dihormati,” pungkas Dr. Adi Suparto. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda
Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta
Desak Trah Soeharto Selamatkan Golkar, GNK: Jika Dibiarkan Bisa Jadi Partai Gurem Seperti PPP
Pangdam Jaya/Jayakarta Bersama Insan Media, Jaga Jakarta, Jaga Indonesia
DPP Golkar Dinilai Kebobolan, Jabatan Strategis Diisi Mantan Residivis Korupsi
Denny Indrayana Ungkap Bawaslu Dihalangi Akses Dokumen Gibran, Hanya Bermodal Surat Keterangan Kemendikbud
Dinilai Politisi Prematur, Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq Maju Ketua Golkar Kota Bekasi Dipertanyakan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 07:04 WIB

Bertemu Pakar di Istana, Adi Suparto Sebut Prabowo Tunjukkan Kelas Negarawan

Sabtu, 26 September 2026 - 17:24 WIB

IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda

Sabtu, 26 September 2026 - 08:45 WIB

Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia

Sabtu, 26 September 2026 - 08:10 WIB

Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta

Sabtu, 26 September 2026 - 08:03 WIB

Desak Trah Soeharto Selamatkan Golkar, GNK: Jika Dibiarkan Bisa Jadi Partai Gurem Seperti PPP

Berita Terbaru