Bungkam Soal Ijazah Gibran, Zulhas Dituding Hutang Budi ke Jokowi

- Editor

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PAn Zulkifli Hasan (Ist)

Ketum PAn Zulkifli Hasan (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Posisi Partai Amanat Nasional (PAN) di pemerintahan Prabowo Subianto dinilai tidak mencerminkan partai yang reformis.

Hal itu ditegaskan Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Syakur Ali Mahdi Alhamid, menyoroti sikap PAN terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sempat digugat di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Posisi Partai Amanat Nasional di pemerintahan Prabowo dinilai tidak mencerminkan partai yang reformis,” tegas Syakur kepada wartawan, Senin (19/10/2026).

Syakur menyoroti PAN yang dinilai memilih bungkam dalam polemik ijazah Gibran tersebut.

“PAN dinilai memilih bungkam, bahkan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum PAN lebih memilih tidak berkomentar soal ijazah Gibran,” ungkap Syakur.

Menurut Syakur, sikap diam Zulhas tersebut tidak lepas dari dugaan hutang budi kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga:  Airlangga Minta DPD Golkar DIY Peroleh Dua Kursi DPR Pada Pemilu 2024

“Hal itu dinilai karena Zulhas berhutang budi pada Jokowi atas dugaan sejumlah kasus yang menjerat dirinya namun berhasil diselamatkan Jokowi,” beber Syakur.

Ia menegaskan, sikap PAN tersebut berbanding terbalik dengan langkah Presiden Prabowo yang diduga tengah menyingkirkan orang-orang Jokowi di lingkaran kekuasaannya.

“Di satu sisi, Prabowo tengah menyingkirkan orang-orang Jokowi di lingkaran kekuasaannya,” ujarnya.

Untuk itu, Syakur mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil sikap tegas terhadap Zulkifli Hasan.

“Prabowo harus sikap tegas, jangan sampai memelihara ketum partai politik yang memiliki hutang budi terhadap Jokowi, yang justru menjadi beban bagi pemerintahannya,” pungkasnya. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan
Dukungan Kader PPP Menguat, Sarif Marhaendi Siap Jadi Wakil Bupati Bekasi
Direktur Etos Indonesia: Golkar Harus Bongkar Pola Lama, Jika Mau Hidup di Era Gen Z
Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk
Analis Politik Sentil Golkar: Citra Hancur Diterpa Korupsi, Kader Bekasi Malah Paksakan Istri Tersangka KPK Jadi Ketua
Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Bungkam Soal Ijazah Gibran, Zulhas Dituding Hutang Budi ke Jokowi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Dukungan Kader PPP Menguat, Sarif Marhaendi Siap Jadi Wakil Bupati Bekasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Direktur Etos Indonesia: Golkar Harus Bongkar Pola Lama, Jika Mau Hidup di Era Gen Z

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk

Berita Terbaru