Cawabup Ade Jaro: Rumah Bambu Aki Jatnika Warisan Budaya Sunda Yang Mendunia

- Editor

Jumat, 25 Oktober 2024 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cawabup Ade Jaro saat mengunjungi Rumah Bambu Aki Jatnika

Cawabup Ade Jaro saat mengunjungi Rumah Bambu Aki Jatnika

BOGOR, MediaKarya – Siapa yang tidak tahu keberadaan Yayasan Rumah Bambu Aki Jatnika di Kabuyutan Muaraberes, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor yang terkenal dengan hasil karya bambunya yang mendunia, dan pernah mendapatkan piala kalpataru dari presiden Jokowi.

“Tempat ini merupakan salah satu warisan budaya Sunda yang berada di Bogor dan telah mendunia, dan hingga saat ini masih dijaga dan dilestarikan oleh salah seorang tokoh dan juga budayawan Abah H. Jatnika,” ujar calon wakil bupati Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade, Kamis (24/10/2024).

Keberadaan pohon bambu sangatlah penting, karena manfaatnya sangat banyak untuk kehidupan manusia. Oleh karena itu, Jaro Ade berharap lahan pasca tambang yang berada di wilayah Kabupaten Bogor wajib ditanami pohon bambu.

“Saya akan berkoordinasi dengan para pemilik lahan tambang di Kabupaten Bogor yang sudah tidak terpakai, termasuk lahan tambang milik Antam yang sudah tidak terpakai. Kita wajibkan agar ditanami pohon bambu,” kata Jaro Ade.

Sementara itu, Abah H. Jatnika Nanggamihardja pemilik Rumah Bambu Jatnika mengatakan, pohon bambu harus dikategorikan sebagai sumber daya alam (SDA) penting untuk solusi Indonesia masa kini dan masa depan.

“Solusi yang dihasilkan dari bambu tidak saja soal ekologi, namun juga ekonomi dan sosial. Tinggal persoalannya adalah bagaimana komitmen dan kompetensi yang harus dibangun oleh negara, pemerintah dan masyarakat,” kata Abah Jatnika sapaan akrabnya.

Kata Abah Jatnika, sejuta manfaat yang diberikan pohon bambu dalam kehidupan manusia, mulai dari pembangunan rumah dengan bahan dasar bambu, peralatan rumah tangga dari pohon bambu hingga lingkungan hidup berbasis pohon bambu.

Baca Juga:  Wabup Bogor Ade Jaro Sebut MBG Buat Perekonomian Masyarakat Bergerak

“Apa yang tidak bisa dibuat dengan bahan dasar bambu, bahkan saya membuat sepeda pun dari bambu dan itu laku dipasaran internasional,” tutur Abah Jatnika sambil memamerkan tiga unit sepeda berbahan dasar bambu.

Menurut Abah Jatnika, bambu adalah takdir bagi masyarakat Nusantara, karena tuhan menetapkan dan bangsa Indonesia telah diberikan pilihan, tinggal bagaimana bangsa ini menentukan pilihan.

“Jika negeri ini tidak mau dijajah oleh bangsa lain, diselamatkan dari bencana dan dijauhkan dari penyakit yang menular, maka tanamlah pohon bambu. Kita jangan melupakan sejarah bahwa kita melawan para penjajah hanya dengan bambu runcing,” paparnya.

Abah menambahkan, tidak hanya berguna disaat mengusir penjajah di zaman modern ini pun bambu masih banyak digunakan oleh manusia untuk membangun villa hingga restoran dan rumah makan.

“Terakhir, kami menjadi juara satu saat festival bambu di Tokyo Jepang dengan membuat konstruksi rumah dari bahan pohon bambu tanpa paku setinggi 12 meter dan panjang 30 meter hanya dalam waktu 4 jam,” tuturnya.

Dia berharap, pemerintah dalam hal ini Kementrian Kebudayaan lebih serius dalam memperhatikan yayasan bambu yang ada di Indonesia. Perbanyak pemberdayaan serta pelatihan masyarakat untuk berkreasi dengan pohon bambu.

“Dan saya berharap ketika pasangan pak Rudy Susmanto dan pak Jaro Ade ditakdirkan menjadi bupati dan wakil bupati Bogor, akan lebih peduli terhadap lingkungan, terlebih kepada kami pegiat budi daya bambu,” uangkapnya.

“Saya punya filosofi, serumpun bambu sejuta makna, serumpun bambu berjuta manfaat, serumpun bambu sejuta karya, serumpun bambu sejuta pesona dan serumpun bambu memukau dunia,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa
Jaga Keselamatan Berlayar, Satpolairud Polres Nias Selatan Imbau Patuhu SOP Pelaut
Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah
Kendalikan Alih Fungsi Lahan, Pemkab Nisel Gelar Uji Publik Raperda LP2B
Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Jaga Keselamatan Berlayar, Satpolairud Polres Nias Selatan Imbau Patuhu SOP Pelaut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat

Berita Terbaru