Dua Kali Mangkir, MAKI Desak KPK Jemput Paksa Nusron Wahid di Bandara Senin Besok

- Editor

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusron Wahid Menteri ATR/BPN

Nusron Wahid Menteri ATR/BPN

JAKARTA, Mediakarya – Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman membongkar dugaan manuver Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Boyamin menyebut, Nusron diduga sengaja bepergian ke Malaysia untuk menghindari pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi di ATR/BPN.

“Kami, Nusron Wahid pada hari Rabu telah bepergian ke Malaysia diduga lewat Batam dan Singapura. Jadi penerbangan dari Jakarta ke Batam, nyebrang pakai kapal feri ke Singapura, dari Singapura kemudian nyebrang ke Malaysia yaitu Johor Bahru,” ujar Boyamin dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Boyamin, di Johor Bahru pada hari Kamis, Nusron berputar-putar menggunakan kendaraan dinas berpelat Sekretaris Jenderal. Kemudian diduga hari Jumat kembali ke Singapura.

“Tapi apakah dia akan kembali ke Indonesia atau belum dapat informasi lebih lanjut,” katanya.

Boyamin menegaskan, KPK seharusnya tidak ragu lagi. Nusron sudah dua kali mangkir dari panggilan.

“KPK sebenarnya bisa langsung menerbitkan surat perintah membawa karena sudah dua kali mangkir. Seorang saksi bisa dijemput itu dua kali mangkir. Kalau tanpa alasan, sekali saja sudah langsung bisa dijemput,” tegas Boyamin.

Ia meminta KPK melakukan operasi penyanggongan di bandara pada hari Senin.

“Untuk ini saya meminta KPK untuk melakukan surat perintah membawa nanti untuk menyanggong di bandara, hari Senin mestinya. Nah kita tunggu keberanian KPK,” ujarnya.

Baca Juga:  Gugatan PD Kubu Moeldoko Ditolak MA, Begini Kata AHY

Boyamin juga meragukan alasan dinas ke luar negeri tersebut. Ia menyebut, belum ada izin dari Presiden, dan isu yang ditangani KPK adalah kebakaran hutan yang bukan tupoksi perjalanan ke Malaysia.

“Apakah Nusron Wahid ke luar negeri itu dinas atau tidak sebenarnya gampang. Karena diduga belum ada izin dari Presiden. Kalau memang dinas harus ada izin presiden. Kalau mendadak apa ada izin, saya ragu,” ungkap Boyamin.

“Ke Malaysia itu seperti apa? Karena isu yang kita urus ini urusan kebakaran hutan. Itu tugasnya menteri-menteri di luar, kalau ke Malaysia ngurus apa? Jadi ini nampaknya hanya sebagai upaya menghindari panggilan dari KPK,” imbuh Boyamin.

Boyamin menambahkan, pada hari Selasa Nusron masih memimpin rapat eselon I dan II dan sempat mengatakan tidak mau diganggu hari Kamis karena akan fokus panggilan KPK. Namun nyatanya, ia tidak hadir.

“Hari Selasa itu sudah mimpin rapat eselon satu eselon dua, dia ngomong tidak mau diganggu hari Kamis karena akan fokus panggilan KPK tapi nyatanya juga tidak hadir di KPK. Mudah-mudahan informasi ini bisa menjadikan KPK untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk tanda kutip memaksa Nusron bersedia atau dipaksa untuk jadi saksi di KPK,” pungkas Boyamin. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

KPK Buka Suara Soal Wacana Jemput Paksa Nusron Wahid
Polres Nias Selatan Sita 27 Paket Sabu dan Uang Jutaan Rupiah dari Sarang Narkoba Lahusa
IPPS Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto,  Berantas Narkoba Lebih Agresif dari Saat Pimpin BNN
FAST Desak KPK Bongkar Dalang di Balik Mangkirnya Nusron Wahid, Diduga Berlindung di Balik Ormas
Mafia Tanah Jadi PR Berat Prabowo, OTT KPK di Bogor Bongkar Kolusi di Tubuh ATR/BPN
Kapolri Perintahkan Kapolda Gempur Kampung Narkoba: Jangan Setengah Kopling, Sikat!
OTT Bupati Klaten, KPK Tangkap Kepala BPK Jateng, Sita Rp1 Miliar
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:22 WIB

KPK Buka Suara Soal Wacana Jemput Paksa Nusron Wahid

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Dua Kali Mangkir, MAKI Desak KPK Jemput Paksa Nusron Wahid di Bandara Senin Besok

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Polres Nias Selatan Sita 27 Paket Sabu dan Uang Jutaan Rupiah dari Sarang Narkoba Lahusa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:19 WIB

IPPS Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto,  Berantas Narkoba Lebih Agresif dari Saat Pimpin BNN

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

FAST Desak KPK Bongkar Dalang di Balik Mangkirnya Nusron Wahid, Diduga Berlindung di Balik Ormas

Berita Terbaru

Plt Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ahmad Taufik Husein (ist)

Hukum

KPK Buka Suara Soal Wacana Jemput Paksa Nusron Wahid

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:22 WIB