JAKARTA, Mediakarya – Pada tahun 2025, nama Nicholas Johan Kilikily, SH, MH yang lebih dikenal publik sebagai Niko Kilikily, muncul sebagai salah satu figur pengacara paling vokal dalam sejumlah perkara yang menyita perhatian nasional. Ia tercatat sebagai kuasa hukum Pegi Setiawan dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon, mendampingi aktor Atalarik Syah dalam sengketa tanah, serta menjadi pengacara Clara Gopa, pedangdut yang dikenal sebagai mantan personel Duo Semangka.
Namun, jauh sebelum dikenal sebagai advokat dengan keberanian bicara di ruang publik dan persidangan, perjalanan hidup Niko Kilikily menyimpan kisah ekstrem: mantan gangster Tanah Abang, tangan kanan Hercules, hingga titik balik spiritual setelah divonis mati oleh dokter.
Panglima Gangster Tanah Abang
Nicholas Johan Kilikily bukanlah sosok asing di kawasan Tanah Abang pada era 1990-an. Ia dikenal sebagai figur yang disegani, bahkan ditakuti. Di lingkungan preman ibu kota, Nicho mendapat julukan “panglima”, menandakan posisinya yang strategis dalam struktur kekuasaan dunia hitam kala itu.
Ia mengakui bahwa dirinya adalah “produk asli” dari Hercules Rosario de Marshall, tokoh sentral dunia preman Tanah Abang. Sejak remaja, Nicho telah mengikuti Hercules dan terlibat langsung dalam pengamanan praktik perjudian hingga bentrokan dengan aparat gabungan.
“Jujur saja saya ini produk aslinya Bang Hercules di Tanah Abang. Dari Bang Hercules dapat jatah Rp500 perak, saya sudah nongkrong di sana,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.
Sebagai orang kepercayaan Hercules, Nicho kerap berada di garis depan ketika terjadi razia atau bentrokan dengan aparat. Keberaniannya bukan lahir dari rasa kebal, melainkan dari kondisi psikologis yang rapuh.




