JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, menegaskan bahwa lembaganya hanya melakukan investigasi terhadap laporan keuangan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bukan melakukan pemerasan.
Hal tersebut disampaikannya melalui sambungan telepon, Selasa (17/2/2026). “Apabila ada pernyataan yang bukan dari saya langsung, atau bukan dari Direktur Infokom saya, Dwiki, maupun Direktur Riset saya, Paskal Sirait, maka itu adalah bohong. Sekali lagi saya tegaskan, bohong,” ujar Iskandarsyah dengan tegas.
Dia pun mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap siapa pun yang menggunakan nama ETOS Indonesia Institute tanpa sepengetahuannya. “Saya akan menempuh jalur hukum apabila mereka melakukan ini dengan membawa nama ETOS Indonesia Institute,” tegasnya.
Meski demikian, dia menyebut akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan jajaran internal ETOS Indonesia Institute sebelum mengambil keputusan tersebut.
Lebih lanjut, Iskandarsyah membenarkan bahwa ETOS Indonesia Institute memang telah melakukan investigasi terhadap sejumlah perusahaan milik negara sepanjang tahun 2025. Dia merinci bahwa PT Pupuk Indonesia diduga melakukan manipulasi laporan keuangan pada tahun 2023 dengan potensi kerugian negara mencapai Rp8,3 triliun.
Selain itu, PT PLN (Persero) juga masuk dalam radar investigasi berdasarkan laporan keuangan tahun 2023 dan 2024, dengan potensi kerugian negara yang diperkirakan hampir Rp70 triliun. Adapun PT Wijaya Karya (WIKA) turut disebut berdasarkan laporan keuangan tahun 2023, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp230 miliar.
“Selain ketiga perusahaan tersebut, kami tidak atau belum melakukan investigasi kembali. Jadi, ini yang harus diluruskan,” katanya.
“Kawan-kawan media dapat melihat sendiri bahwa kalau yang berbicara salah, itu bukan kami. Kami mengkritisi laporan keuangan BUMN, bukan memeras BUMN,” sambung Iskandarsyah. (Supri)
