Faizal Assegaf: KADIN Harus Jadi Jembatan Potensi Daerah ke Arah Kepentingan Geostrategis

- Editor

Kamis, 8 Mei 2025 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Tahun 2025 menjadi tahun aksi bagi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Fokus organisasi ini bukan sekadar menjembatani kepentingan pelaku usaha, tapi juga memperkuat ekonomi daerah hingga ke ranah strategis global. Dalam Rapat Koordinasi pertama Bidang Penguatan Potensi Daerah (PPD) pada Senin (5/5/2025), arah baru itu mulai ditegaskan.

Dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum Bidang PPD Ir. K. Wirawan, rapat ini dihadiri para pemangku kepentingan strategis dari berbagai latar belakang. Di antara peserta yang hadir adalah penasehat senior Faizal Assegaf, Waketum Komisi Organisasi Taufan Eko N T, Sekretaris KADIN, serta Mulya Amri dari Kadin Institute.

“Rapat ini menyepakati pentingnya menggulirkan program-program yang membumi, menyentuh langsung kebutuhan penguatan ekonomi daerah dari hulu hingga hilir,” ujar Wirawan dalam sambutannya.

Tiga Program Unggulan: Dari Lele hingga ASEAN

Wirawan juga memperkenalkan tiga program prioritas: LENTERA (Lele Entaskan Kemiskinan), Daur Emas (Daur Ulang Energi, Material, dan Sumber Daya), serta KADIN Goes To Regions, termasuk ekspansi ke lingkup ASEAN.

“Fokus utama kami adalah pemberdayaan sumber daya manusia dan aset ekonomi daerah dalam kolaborasi intensif dengan para pemangku kepentingan,” tegasnya.

Faizal Assegaf: Rakyat Daerah adalah Pemilik Sesungguhnya

Bagi Faizal Assegaf, kritikus politik yang kini masuk ke dalam lingkaran strategis KADIN sebagai penasehat Waketum PPD, arah gerak ini harus dimaknai lebih dalam. Ia menekankan bahwa KADIN harus menjadi lembaga yang menjembatani aset-aset daerah dengan peluang global.

Baca Juga:  BCF-Kadin Indonesia Kenalkan Penggunaan Rontgen Terintegrasi AI untuk Mempercepat Proses Pemeriksaan TBC

“Rakyat daerah adalah pemilik sesungguhnya—mereka pemilik lahan, gunung, tambang, hutan, dan laut. KADIN harus hadir mengubah potensi ini menjadi sumber kemakmuran yang nyata,” ujarnya tegas, dalam penampilan perdananya mengenakan seragam KADIN.

Warna Baru: Santri, Buruh, Purnawirawan dan Dokter

Tak kalah menarik, komposisi struktur Bidang PPD kini diwarnai oleh figur-figur dari berbagai latar belakang. Ada Raslina Rasyidin yang mewakili suara buruh dan pengusaha perempuan, H.M. Syafig Saugi dari komunitas santri ekonomi Islam dan keluarga besar PBNU, hingga purnawirawan TNI, mantan diplomat, tenaga medis dan profesional lainnya.

“Kekuatan kita justru ada pada keberagaman perspektif ini. Kita butuh semua kekuatan bangsa untuk menjelajah dan mengangkat potensi ekonomi lokal,” tutur Wirawan.

Langkah Konkret: Link and Match dan KPI Kemiskinan

Rapat itu juga merumuskan tiga langkah konkret:

  1. Percepatan implementasi program prioritas dengan sinergi antar-komite dan mitra strategis.
  2. Monitoring berbasis Key Performance Indicators (KPI) yang mencakup penurunan angka kemiskinan dan peningkatan lapangan kerja.
  3. Kemitraan aktif dengan pemerintah, dunia usaha, dan generasi milenial untuk menciptakan ekosistem pengembangan sumber daya lokal.

“Kami ingin kerja nyata, bukan jargon. KPI seperti pengurangan kemiskinan dan penciptaan nilai ekonomi daerah harus jadi tolok ukur kita,” tegas Faizal.

Melalui langkah-langkah ini, KADIN RI khususnya Bidang Potensi Daerah diharapkan mampu menjadi penggerak utama lahirnya ekosistem ekonomi nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berdaya saing tinggi di kancah global. (eng)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kontroversi Purbaya vs Pramono Soal Obligasi Daerah, Begini Kata Ekonom Senior INDEF
Tempat Tinggalnya Rusak Imbas Pembangunan Rumah Tetangga, Kapolda Jateng Tuntut Keadilan
Lima Wartawan Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Forum Pimred Harap Pencarian Terus Dilakukan
Rayakan HUT Ke-25 Tahun di Senayan, Oki Fahreza Pastikan Demokrat Solid Dukung Pemerintahan Prabowo
Irjen Pol Johnny Eddizon Isir Bicara Citra Polri di Ngobras FPRMI: Masih Banyak Polisi Baik
415 Kendaraan Dinas KBB Mati Pajak, Kang Joker: “Rakyat Dikejar Razia, Pejabat menerobos Aturan!”
Memasyarakatkan Olahraga, Mengolahragakan Masyarakat agar Tubuh Tetap Sehat, Jiwa Kuat dan Silaturahmi Terjaga
Belanja MY BABY Bisa Dapat Mobil, Ini Cara Ikut Pesta Hadiah 2026

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 08:04 WIB

Kontroversi Purbaya vs Pramono Soal Obligasi Daerah, Begini Kata Ekonom Senior INDEF

Kamis, 10 September 2026 - 22:35 WIB

Tempat Tinggalnya Rusak Imbas Pembangunan Rumah Tetangga, Kapolda Jateng Tuntut Keadilan

Kamis, 10 September 2026 - 16:52 WIB

Lima Wartawan Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Forum Pimred Harap Pencarian Terus Dilakukan

Kamis, 10 September 2026 - 16:32 WIB

Rayakan HUT Ke-25 Tahun di Senayan, Oki Fahreza Pastikan Demokrat Solid Dukung Pemerintahan Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 13:00 WIB

Irjen Pol Johnny Eddizon Isir Bicara Citra Polri di Ngobras FPRMI: Masih Banyak Polisi Baik

Berita Terbaru