JAKARTA, Mediakarya – Posisi mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan yang duduk sebagai Presiden Komisaris (Preskom) PT Sentul City Tbk mendapat sorotan tajam Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi.
Mantan Juru Bicara Gus Dur ini menilai, keberadaan mantan pimpinan KPK dinilai kurang tepat. Di mana Basaria Panjaitan kini membawahi perusahaan yang terindikasi pernah melakukan tindakan melawan hukum.
Oleh karenanya Adhie pun mendesak agar Dewan Pengawas KPK memeriksa Basaria Panjaitan yang pernah menjabat Wakil Ketua KPK periode 2015-2019 itu.
“Masalahnya, perusahaan swasta yang bergerak di bidang pengelolaan dan pengolahan lahan ini dalam menjalankan usahanya terindikasi pernah melawan hukum dan semena-mena, terutama dalam membebaskan lahan milik rakyat,” kata Adhie, dikutip dari rmol.id Rabu (15/9/2021).
Adhi menjelaskan, setidaknya ada dua hal yang harus disidik Dewas KPK. Pertama, apa yang sudah diberikan Basaria kepada pihak Sentul City saat masih menjadi pimpinan KPK sehingga yang bersangkutan mendapat jabatan Preskom.
Mengingat saat Basaria menjadi pimpinan KPK, bos PT Sentul City Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng adalah pesakitan di lembaga antirasuah tersebut.
Swie Teng dihukum 5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, menyuap Bupati Bogor Rachmat Yasin guna memuluskan tukar-menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor (2015).
Namun, kata Adhie, yang paling penting dan krusial adalah yang kedua. Karena ini terkait langsung dengan integritas dan kewibawaan lembaga pemberantasan korupsi di negeri ini.
“Dewas harus bisa membatalkan atau memerintahkan Basaria Panjaitan untuk mengundurkan diri sebagai Preskom PT Sentul City. Karena, apa kata dunia, KPK sebagai lembaga hukum yang dipercaya rakyat dan pernah memenjarakan Swie Teng karena korupsi, kini (bekas) pimpinannya berbangga diri jadi karyawan orang yang pernah dipenjarakannya,” sesal Adhie.
“Kalau hal ini dibiarkan, maka KPK akan menjadi lembaga pemerantasan korupsi paling nahas yang pernah lahir di negeri ini,” pungkasnya. (dji))

