Guntur Romli: Jumat Hitam, IHSG Ambruk 11,57%, Indonesia Terancam Turun Kasta Selevel Zimbabwe

- Editor

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli (Ist)

Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli menyoroti anjloknya pasar modal Indonesia yang ia sebut sebagai “Jumat Hitam”. Dalam pernyataan videonya, Guntur menyebut IHSG ambruk 11,57% dan Indonesia didorong turun kasta ke kelas Zimbabwe.

“Jumat hitam IHSG ditutup terjun 11,57 persen ke 5.185 kehilangan 678 poin dalam sehari. Dalam sepekan indeks rontok hampir 15 persen, dari sekitar 800 saham hanya belasan yang bertahan hijau,” ujar Guntur seperti dikutip dari akun TikTok Gubtur Romli, Sabtu (17/10/2026).

Guntur merinci, indeks 45 saham unggulan LQ45 bahkan longsor lebih parah 13,82 persen. Di saat yang sama, dolar tembus Rp 18.000.

“Ini bukan koreksi, ini kepanikan,” tegasnya.

Menurut Guntur, dana asing yang kabur sepanjang tahun sudah lebih dari Rp 110 triliun, terbesar sejak krisis 1998.

Pemicunya, kata dia, adalah usulan MSCI yang mengusulkan Indonesia dicopot dari kelas emerging market dan dilempar ke keranjang _standalone market_ sekeranjang dengan Zimbabwe dan Argentina.

“Di mata investor global bursa kita dicap tak layak diperlakukan sebagai pasar normal,” katanya.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Sebut Layanan Satgas Rafi Pertamina 2023 Lebih Baik

Guntur menilai pemerintah tidak bisa menyalahkan MSCI. Peringatan sudah datang sejak Januari. Masalah utamanya terang, kata dia: kepemilikan saham gelap, pembentukan harga yang diragukan, dugaan perdagangan terkoordinasi, dan penegakan hukum yang loyo.

“Pemerintah punya sembilan bulan, hasilnya paket kebijakan, pejabat mundur dan kemarin rombongan petinggi datang ke bursa untuk konferensi pers. Pasar menjawab dengan aksi jual,” ujarnya.

Ia mengingatkan, yang menanggung kerugian bukan pejabat, tapi jutaan investor retail, dana pensiun, dan tabungan rakyat.

Guntur pun memberikan catatan keras apa yang harus dilakukan pemerintah:

“Berhenti bermain citra. Buka pemilik manfaat akhir tanpa pandang bulu. Seret penggoreng saham ke pengadilan termasuk yang dekat dengan kekuasaan. Jaga independensi OJK dan BEI dari intervensi politik. Jauhkan Danantara dari godaan menyangga harga,” kata Guntur.

Ia mengingatkan tenggat MSCI pada Juni 2027. “Kalau pemerintah terus menyangkal, bersiaplah ekonomi terbesar Asia Tenggara resmi turun kasta,” pungkasnya. (Adt)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kadin Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang, Perkuat Rantai Pasok dan Stabilitas Harga Sembako
Analis: Era Aman Rokok Ilegal Berakhir, Penyitaan Tembus 1,3 Miliar Batang
Komisi V DPR Ingatkan Perpres Ojol Jangan Hanya di Atas Kertas
F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry
BPKN RI Dukung Total Wajib Halal, Minta Pedagang Kaki Lima Diberi Keringanan
Pajak E-Commerce Berlaku, BPKN: Jangan Bikin Konsumen Kaget Saat Checkout Harbolnas 10.10
KADIN Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Konkret dengan Produsen Motor Listrik Saige di Karawang
FAST Indonesia Siap Bersinergi dengan BRAN Perbaiki Tata Kelola Pertanahan Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Guntur Romli: Jumat Hitam, IHSG Ambruk 11,57%, Indonesia Terancam Turun Kasta Selevel Zimbabwe

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kadin Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang, Perkuat Rantai Pasok dan Stabilitas Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Analis: Era Aman Rokok Ilegal Berakhir, Penyitaan Tembus 1,3 Miliar Batang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Komisi V DPR Ingatkan Perpres Ojol Jangan Hanya di Atas Kertas

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry

Berita Terbaru

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Tamsil Linrung.

Opini

Menemukan Arah Baru Politik Umat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:50 WIB