JAKARTA, Mediakarya – Nasib guru madrasah di Pandeglang, Banten yang hanya mendapat honor sebesar Rp25 ribu per bulan mendapat keperihatinan sejumlah kalangan. Salah satunya diungkapkan Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah.
Dimyati mengaku miris dengan honor dan kesejahteraan guru madrasah di Pandeglang. Hal tersebut diungkapkannya usai menerima aspirasi dari DPC-FKDT Kabupaten Pandeglang di Ruang Rapat BURT DPR RI, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (22/12/2021).
Oleh karena itu, pihaknya akan mencoba mengomunikasikan dengan Kementerian Agama. Pasalnya, guru, termasuk guru madrasah merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, beriman dan berakhlak.
“Hari ini saya mendapat aspirasi atau aduan terkait nasib guru madrasah di Pandeglang, Banten yang tergabung dalam DPC-FKDT (Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah) Kabupaten Pandeglang. Mereka mengadukan nasib guru Madrasah yang hanya mendapat lima puluh ribu rupiah sebulannya. Saya tentu miris dan prihatin mendengarnya,” ujar politisi partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Selain itu DPC-FKDT berharap DPR mendorong pemerintah untuk memberikan bantuan fisik pada madrasah. Baik itu berupa fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus), perbaikan ruang kelas dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPR RI ini berjanji akan memperjuangkan aspirasi tersebut ke pihak-pihak terkait. Di antaranya Kementerian Agama dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perlindungan Rakyat (PUPR) untuk bisa membantu menyelesaikan hal itu.
Sebagai Anggota DPR yang memiliki tiga fungsi utama, membuat aturan (undang-undang), menyetujui anggaran dan pengawasan, dirinya berjanji akan memperjuangkan aspirasi DPC-FKDT yang notabene merupakan bagian dari masyarakat sekaligus konstituen di Dapilnya.
“Saya akan meneruskan aspirasi tersebut dan mendorong Menteri PUPR serta tentu saja Pemda Pandeglang untuk dapat membantu membuatkan MCK dan beberapa fasilitas pendukung madrasah lainnya,” ungkapnya.**






