JAKARTA, Mediakarya – Jagat hiburan Tanah Air dihebohkan dengan kemunculan tiga pemuda yang mirip dengan Dono Kasino Indro, grup lawak legendaris Warkop DKI. Kehadiran parodi bernama Warkopi ini pun dikritik oleh Indro dan para ahli waris dari Warkop DKI.
Indro menyebutkan bahwa tiga pemuda yang menirukan sosok legenda Warkop DKI tidak memiliki etika. Pasalnya, Sepriadi, Alfred, dan Alfin, yang dimiripkan dengan Dono, Kasino, Indro, beserta manajemennya tidak meminta izin apa pun ke pihak Warkop DKI.
“Banyak hal yang kita pikirkan, ketidaktahuan, dan ketidakpedulian. Dan kadang-kadang ada pro dan kontra, ada like and dislike. Saya enggak pengin ke hukum. Saya ingin berbicara etika,” ucap Indro Warkop
Senada, anak dari almarhum Dono Warkop DKI, Satrio menyebutkan bahwa Warkopi yang menjiplak itu tidak beretika. Hal itu dikarenakan, perbuatan menjiplak itu tanpa izin dari pihak manajemen terkait.
Satrio merasa jika 3 karakter yang mengikuti gaya Warkop DKI itu tanpa perizinan dari pihak Indro. Bahkan, dia menyebutnya bahwa tindakan tersebut tidak memiliki etika.
“Kemudian ada pihak manajemen yang memanfaatkan 3 karakter ini untuk dikomersilkan tanpa sepengetahuan dan izin dari Om Indro dan anak-anaknya itu bagi saya perbuatan tidak beretika. Kalau ujug-ujug dikomersilkan rasanya tidak sebanding dengan perjuangan ayah saya yang sudah jeri payah sampai ke tahap itu,” kata Satrio ketika ditemui wartawan secara virtual, Rabu (22/9/2021).
“Karena saya pribadi belajar dari Warkop DKI lebih menghargai proses dari pada hasil. Pihak manajemen secara nggak langsung mencederai perjuangan ayah-ayah kami dan juga menyakiti hati kami,” ujar Satrio lagi.
Tiga orang yang menjadi viral karena mirip dengan anggota Warkop ini antara lain adalah Sepriadi Chaniago seperti Dono, Alfred itu mengarah Kasino, dan Alfin jelas mirip seperti Indro.
Pihak Warkopi yang diwakilkan Bang Kums, memberikan penjelasan kepada detikcom. Dia menyebut pihak manajemen Warkopi sudah berkomunikasi dengan tim Warkop DKI dan Indro Warkop.
“Ya alhamdulillah dari pihak manajemen baik-baik saja, secara komunikasi. Dari awal Agustus sudah via zoom sama orang kepercayaan Om Indro, yaitu Om Frans,” kata Bang Kums, salah satu pihak manajemen Warkopi saat dihubungi melalui telepon.
Namun, Bang Kums tak bisa menjabarkan detail isi komunikasi tersebut. Adanya komunikasi itu dinilai Bang Kums menjadi salah satu itikad baik dari manajemen Warkopi.
Mereka juga sudah ada komunikasi dengan putri mendiang Kasino, Hana, yang menjabat sebagai ketua Lembaga Warkop DKI.
“Sampai saat ini kita masih surat menyurat dengan Mba Hana sebagai Ketua Lembaga Wakop DKI,” tuturnya.
“Dari surat sendiri belum ada tanggapan sejauh itu, hanya untuk bermusyawarah secara kekeluargaan, menjadwalkan pertemuan,” sambung Bang Kums.
Bang Kums menceritakan saat pertama kali berkomunikasi melalui virtual, Indro Warkop disebut baru sembuh dari sakit. Oleh karena itu, mereka belum mendapatkan waktu untuk bertemu.
“Alhamdulillah waktu awal zoom kesepakatannya kita via zoom, Pakde (Indro) habis sakit jadi belum bisa ketemu. Akhirnya atasan saya zoom sama Om Frans (orang kepercayaan Om Indro). Tahapannya surat menyurat, ada komunikasi, dan memang harus ada pembicaraan,” jelas Bang Kums.(HDS)
