JAKARTA,MediaKarya: Indonesian Audit Watch (IAW) mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit tematik khusus atas pengadaan pompa air DKI Jakarta yang dinilai tidak pernah diperiksa secara mendalam dalam satu dekade terakhir.
Sekretaris Pendiri IAW Iskandar Sitorus mengatakan, skala anggaran yang dikucurkan sangat besar namun tidak dibarengi akuntabilitas yang memadai. Iskandar memperkirakan Jakarta telah menggelontorkan lebih dari Rp20 triliun dalam satu dekade terakhir untuk urusan air dan banjir.
“Selama dokumen kontrak masih tersimpan rapat dan publik hanya diberi tahu bahwa semuanya baik-baik saja, pertanyaan tidak akan pernah berhenti,” kata Iskandar, Kamis (19/2/2026).
Dia merinci, dalam APBD 2025, alokasi untuk program pengelolaan dan pengembangan sistem drainase serta sumber daya air (SDA) mencapai Rp4,3 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp704 miliar khusus untuk operasi dan pemeliharaan stasiun pompa.
Untuk 2026, Pemprov Jakarta menganggarkan Rp3,64 triliun untuk pengendalian banjir, ditambah proyek multitahun senilai Rp2,62 triliun yang mencakup penambahan 63 unit pompa baru.




