Besarnya anggaran itu, menurut Iskandar, dinilai tidak sebanding dengan kondisi di lapangan. Pada Juli 2025, banjir besar masih merendam 109 rukun tetangga di 15 kelurahan dan memaksa 856 warga mengungsi. Dalam kejadian itu, sepuluh unit pompa air milik Pemprov Jakarta terbakar saat beroperasi akibat kelebihan beban.
Ratusan Pompa Berbeda Merek
IAW juga menyoroti kompleksitas inventaris pompa air Jakarta yang terdiri dari ratusan unit dengan merek dan negara asal berbeda. Berdasarkan data Dinas SDA per akhir 2022, terdapat pompa buatan Jerman (KSB), Jepang (Tohatsu dan Torishima), serta merek lokal seperti Indopump, Atlas Coco, dan Ruhak, belum termasuk 175 unit pompa apung dari berbagai merek.
Iskandar menilai keberagaman itu menyimpan risiko yang selama ini luput dari pengawasan. “Masing-masing merek memiliki standar perawatan, ketersediaan suku cadang, dan masa pakai yang berbeda. Pompa KSB buatan Jerman, misalnya, dirancang bertahan 15 hingga 20 tahun dengan perawatan rutin, sementara pompa produksi lokal umumnya memiliki umur teknis lebih pendek,” jelasnya.
IAW juga mencatat adanya dugaan yang beredar di kalangan kontraktor dan konsultan SDA, bahwa sebagian pompa bermerek Eropa atau Jepang yang dibeli pemerintah sebenarnya merupakan produk buatan China berlisensi. Dugaan itu, kata Iskandar, tidak bisa dikonfirmasi maupun dibantah karena dokumen kontrak dan Certificate of Origin tidak dipublikasikan.




