Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan

- Editor

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi.

Direktur eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi.

JAKARTA, Mediakarya – Pengamat dan aktivis media sosial Islah Bahrawi melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menuduh adanya operasi intelijen untuk mendiskreditkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Komentar pedas tersebut disampaikan Islah melalui akun X pribadinya, Minggu (18/10/2026).

Islah menilai tudingan Jokowi tersebut sebagai kebiasaan lama untuk menutupi kesalahannya sendiri.

“Jokowi menuduh ada operasi intelijen untuk mendiskreditkan Gibran. Kebiasaan lama menuding orang lain untuk menutupi kejahatannya sendiri,” tulis Islah dikutip redaksi, Senin (19/10/2026).

Menurut Islah, kejahatan yang dimaksud adalah manuver politik Jokowi yang membuntungi konstitusi demi meloloskan Gibran sebagai Wakil Presiden.

Baca Juga:  Fraksi Golkar Kota Bekasi Dukung Terbentuknya KIB

“Ketika membuntungi konstitusi melalui pat gulipat putusan MK dan KPU demi meloloskan Gibran jadi Wapres,” tegas Islah.

Islah menyebut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menjadi pintu masuk Gibran di Pilpres 2024 merupakan bentuk pembangkangan terhadap konstitusi.

Pernyataan Islah tersebut sontak memicu reaksi luas di media sosial X. Banyak warganet menilai komentar Islah sebagai tamparan balik atas tudingan Jokowi yang menyebut ada agenda besar di balik polemik ijazah Gibran. (Adt)

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Bungkam Soal Ijazah Gibran, Zulhas Dituding Hutang Budi ke Jokowi
Dukungan Kader PPP Menguat, Sarif Marhaendi Siap Jadi Wakil Bupati Bekasi
Direktur Etos Indonesia: Golkar Harus Bongkar Pola Lama, Jika Mau Hidup di Era Gen Z
Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk
Analis Politik Sentil Golkar: Citra Hancur Diterpa Korupsi, Kader Bekasi Malah Paksakan Istri Tersangka KPK Jadi Ketua
Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Bungkam Soal Ijazah Gibran, Zulhas Dituding Hutang Budi ke Jokowi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Dukungan Kader PPP Menguat, Sarif Marhaendi Siap Jadi Wakil Bupati Bekasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Direktur Etos Indonesia: Golkar Harus Bongkar Pola Lama, Jika Mau Hidup di Era Gen Z

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk

Berita Terbaru