Jelang Musda Golkar, GNK Peringatkan Kader Jangan Terjebak Penumpang Gelap Berkedok Senior

- Editor

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lambang Partai Golkar (Foto: Ilustrasi)

Lambang Partai Golkar (Foto: Ilustrasi)

BANDUNG, Mediakarya – Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Barat, fenomena politisi lanjut usia yang mengklaim diri sebagai “kader senior” kembali mencuat.

Klaim tersebut diduga kuat hanya untuk menarik simpati agar pernyataannya diamini kader yang usianya lebih muda. Namun di balik jargon senioritas itu, diduga tersimpan tipu muslihat untuk mencari keuntungan pribadi.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Syakur Ali Mahdi Alhamid memperingatkan kader Golkar tidak terjebak dengan istilah kader senior yang berorientasi rente.

“Biasanya, politisi yang mengklaim dirinya senior itu menggunakan pengaruh politik, akses kekuasaan, atau posisi di dalam partai untuk mendapatkan keuntungan finansial pribadi atau kelompok. Padahal, sebelumnya tidak memberikan kontribusi produktif yang nyata bagi partai,” tegas Syakur kepada mediakarya.id melalui sambungan telepon, Selasa (13/10/2026).

Menurut Syakur, pola yang sering dimainkan politisi klaim senior itu adalah memanfaatkan konflik internal partai. Mereka memposisikan diri sebagai penengah, padahal ujung-ujungnya berpihak kepada siapa yang memberi keuntungan materi.

Regenerasi Tersumbat

Syakur menilai, Partai Golkar sebagai partai tertua dengan struktur kaderisasi paling mapan justru terancam jika terus bergantung pada figur lama yang hanya mengamankan kepentingan pribadi.

Jika figur senior hanya fokus pada pengamanan keuntungan, ruang gerak kader muda yang potensial dan idealis akan tersumbat.

Baca Juga:  Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

“Untuk itu, loyalitas kader harus diarahkan pada ideologi partai dan kepentingan konstituen, bukan pada elite senior yang mengendalikan jaringan logistik secara transaksional,” katanya.

Ia mengingatkan, kehadiran kelompok pemburu rente di dalam partai dapat menurunkan elektabilitas dan merusak citra di mata publik. Pemilih modern, terutama generasi muda, cenderung lebih menyukai partai yang transparan, akuntabel, dan menawarkan program kerja nyata.

“Bukan partai yang terlihat didominasi oleh oligarki internal atau penumpang gelap yang hanya aktif saat pembagian kekuasaan,” sindir Syakur.

Desak Reformasi Internal

Untuk mencegah Golkar terjebak dalam lingkaran pemburu rente, GNK mendorong sejumlah reformasi internal.

Pertama, penempatan kader di posisi strategis harus didasarkan pada rekam jejak, kompetensi, dan loyalitas ideologis, bukan sekadar kedekatan dengan faksi senior tertentu.

“Selain itu, memperketat regulasi internal terkait pendanaan kegiatan partai agar tidak mudah disusupi oleh modal politik transaksional yang mengikat,” tegasnya.

Kedua, membuka ruang seluas-luasnya bagi kader muda untuk terlibat dalam pengambilan keputusan strategis partai.

Syakur menegaskan, peringatan ini merupakan bagian dari mekanisme kendali mutu internal atau oto-kritik agar partai tetap sehat.

“Hal ini penting, agar parpol tetap berfungsi sebagai pilar demokrasi yang memperjuangkan kesejahteraan publik, bukan sekadar alat pemuas kepentingan segelintir elite,” pungkasnya. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Effendi Gazali Gedor PKB Soal Ijazah Gibran: Dorong Hak Angket, Stop Kebohongan! PSI Saja Bilang Good Luck
Ahmad Doli Ngamuk Diserang Hasyim Asy’ari: Dia Lupa Pernah 2 Kali Dipecat Karena Munafik! Komisaris BUMN Hadiah dari Siapa?
Yusuf Blegur Skakmat Pernyataan Bakom Syahganda: Kasihan Pembantunya Prabowo, Klarifikasi Terus dan Kelewat Offside
Bakom RI: Wapres Gibran Tidak Bisa Di-impeachment, Penurunan Foto Kurang Baik
Di Podcast Akbar Faizal, Bos Charta Politika Bongkar Alasan Berseberangan dengan Jokowi
Pakar Imbau Elit Golkar Responsif Sikapi Wacana Eksodus Kader di Jabar
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Analis IPPS Ingatkan Bahaya Pemburu Rente Manfaatkan Calon Ketua
Pasca Putusan MK Desakan Pemakzulan Gibran Mengalir Deras, Pakar Ingatkan Jalur Konstitusi Panjang dan Ketat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Jelang Musda Golkar, GNK Peringatkan Kader Jangan Terjebak Penumpang Gelap Berkedok Senior

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Effendi Gazali Gedor PKB Soal Ijazah Gibran: Dorong Hak Angket, Stop Kebohongan! PSI Saja Bilang Good Luck

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Ahmad Doli Ngamuk Diserang Hasyim Asy’ari: Dia Lupa Pernah 2 Kali Dipecat Karena Munafik! Komisaris BUMN Hadiah dari Siapa?

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Bakom RI: Wapres Gibran Tidak Bisa Di-impeachment, Penurunan Foto Kurang Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Di Podcast Akbar Faizal, Bos Charta Politika Bongkar Alasan Berseberangan dengan Jokowi

Berita Terbaru

Nasional

KPK Beraksi Pejabat BNPB Diciduk OTT

Selasa, 13 Okt 2026 - 21:15 WIB