“Saya melihat keduanya masuk ke hotel pada tengah malam. Sebagai kader organisasi mahasiswa Islam, saya menilai hal tersebut perlu diklarifikasi dari sisi etika organisasi,” ujar MN kepada redaksi.
MN menegaskan, sebagai pejabat struktural di tingkat pusat, IT memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga perilaku dan integritas, terutama di ruang publik. Namun ia menekankan bahwa informasi yang disampaikannya masih berupa dugaan dan memerlukan klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan.
Selain IT, MN juga menyinggung sosok RMPPS yang disebut pernah menjabat sebagai ketua cabang organisasi di Kabupaten Bekasi. Menurut MN, setiap aktivis dalam organisasi yang berlandaskan nilai keagamaan memiliki kewajiban menjaga nama baik dan marwah organisasi.
