Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjukkan Wajah Baru Polri: Dekat Ulama, Hormati Sejarah, Hadir untuk Pekerja

- Editor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto

JAKARTA, Mediakarya – Analis komunikasi politik Dr. Adi Suparto memberikan apresiasi tinggi terhadap manuver cerdas Kapolri Jenderal Polisi Prof. Dr. H. Suyudi Ario Seto selama kunjungan kerja di Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Adi, satu hari kerja Kapolri di Jatim memuat pesan politik dan kepemimpinan yang sangat kuat dan penuh makna.

“Dalam rentang waktu yang berdekatan, tiga langkah strategis sekaligus dilakukan: mempererat silaturahmi dengan dunia pesantren, meneladani semangat perjuangan tokoh buruh nasional, dan memperluas layanan perlindungan bagi para pekerja hingga ke tingkat daerah. Rangkaian ini mencerminkan arah kepemimpinan Polri yang tidak hanya tegas menegakkan hukum, tetapi juga hangat merangkul seluruh elemen masyarakat,” ujar Adi.

Dekat ke Ulama

Adi mencatat, sekitar pukul 12.15 WIB, Kapolri tiba di Pondok Pesantren Tebuireng dan disambut hangat Pengasuh Ponpes KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Kapolri bersama jajaran langsung menunaikan Salat Zuhur berjamaah, kemudian ziarah dan tabur bunga di makam Pahlawan Nasional KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Asy’ari, dan KH Wahid Hasyim.

Kapolri menegaskan, kunjungan ke Tebuireng dan ziarah ke makam Gus Dur adalah momentum penting untuk terus memperkuat sinergi antara Polri, ulama, dan pesantren.

“Sinergi ulama dan umara memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” kata Suyudi.

Menghormati Sejarah

Langkah kedua yang diapresiasi Adi adalah ziarah Kapolri ke makam Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk. Marsinah, aktivis buruh yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Baca Juga:  Pasca Putusan MK Desakan Pemakzulan Gibran Mengalir Deras, Pakar Ingatkan Jalur Konstitusi Panjang dan Ketat

Didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Kapolri meninjau Museum Ibu Marsinah yang sebelumnya diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

“Kunjungan ini bukan sekadar kenang-kenangan sejarah, melainkan pengingat akan pentingnya keadilan sosial dan perlindungan bagi setiap warga negara, termasuk kaum pekerja,” kata Adi mengutip pesan Kapolri.

Hadir untuk Pekerja

Puncaknya, kata Dr. Adi Suparto, Kapolri secara resmi meresmikan perluasan layanan Desk Ketenagakerjaan yang kini hadir di 14 Polda dan 35 Polres di seluruh Indonesia, dipusatkan di Mapolres Jombang.

Desk ini menjadi kanal resmi bagi pekerja untuk mengadu, berkonsultasi, dan difasilitasi hingga penindakan pidana ketenagakerjaan.

“Ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan keadilan bagi para pekerja. Kami ingin memastikan hak-hak mereka terlindungi dengan baik,” tegas Kapolri Suyudi.

Data yang dipaparkan, sepanjang 2025 hingga Oktober 2026, sebanyak 10.973 pekerja difasilitasi kembali memperoleh mata pencaharian dan Rp 70,28 miliar hak finansial pekerja yang tertahan berhasil dipulihkan.

Menurut Adi, satu hari kunjungan kerja di Jawa Timur merefleksikan arah yang jelas dari kepemimpinan Kapolri Suyudi Ario Seto.

“Di tengah penegakan hukum yang tegas, termasuk komitmen memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya; pendekatan yang merangkul ini membangun harapan bahwa Polri adalah milik seluruh rakyat. Ulama, pekerja, petani, pengusaha, semuanya berhak merasa dihadiri dan dilindungi,” pungkas Adi. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Direktur Etos Indonesia: Golkar Harus Bongkar Pola Lama, Jika Mau Hidup di Era Gen Z
Buntut Karhutla 4 Bulan Tak Padam, Prabu Peduli Lingkungan Desak Raja Juli Antoni Mundur
Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk
KPK Buka Suara Soal Wacana Jemput Paksa Nusron Wahid
Dua Kali Mangkir, MAKI Desak KPK Jemput Paksa Nusron Wahid di Bandara Senin Besok
Analis Politik Sentil Golkar: Citra Hancur Diterpa Korupsi, Kader Bekasi Malah Paksakan Istri Tersangka KPK Jadi Ketua
Polres Nias Selatan Sita 27 Paket Sabu dan Uang Jutaan Rupiah dari Sarang Narkoba Lahusa
Karhutla Ancam 288 Ribu Warga Kena ISPA, Pakar: Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Petani

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjukkan Wajah Baru Polri: Dekat Ulama, Hormati Sejarah, Hadir untuk Pekerja

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Direktur Etos Indonesia: Golkar Harus Bongkar Pola Lama, Jika Mau Hidup di Era Gen Z

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Buntut Karhutla 4 Bulan Tak Padam, Prabu Peduli Lingkungan Desak Raja Juli Antoni Mundur

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:22 WIB

KPK Buka Suara Soal Wacana Jemput Paksa Nusron Wahid

Berita Terbaru

Plt Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ahmad Taufik Husein (ist)

Hukum

KPK Buka Suara Soal Wacana Jemput Paksa Nusron Wahid

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:22 WIB