Kapolri: Menitipkan Pesan Sebelum Berpisah

- Editor

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dr. Adi Suparto

Di gedung Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia yang baru saja diresmikannya, Jumat siang, 21 Agustus 2026, Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak sekadar berucap. Kapolri itu berbicara seolah sedang berdiri di ambang pintu, sebelum melangkah keluar.

“Saya juga sudah sampaikan ke calon-calon Kapolri nanti.”

Kalimat itu diucapkan begitu saja, di tengah pembicaraan soal kesejahteraan buruh. Tanpa drama, tanpa nama disebut. Namun maknanya tegas: Suksesi kepemimpinan Polri sudah berada di tahap yang tak bisa dibatalkan. Beliau sudah tahu siapa penggantinya. Bahkan pesan-pesan penting sudah dititipkan.

Pesan yang paling ditegaskan: jangan biarkan Desk Ketenagakerjaan Polri meredup. Layanan yang menjadi jembatan antara kepolisian dan jutaan pekerja tempat pengaduan, mediasi, hingga penyelesaian sengketa kerja harus tetap berjalan optimal, siapapun yang kelak memegang tongkat komando.

Dan di sinilah nada bicaranya berubah menjadi janji yang tak bisa dianggap remeh. “Kalau saya sudah pensiun, kalau Desk Ketenagakerjaan itu tidak bekerja optimal, saya akan turun memimpin demo,” ucapnya di hadapan ratusan buruh yang hadir.

Sementara itu, hingga saat ini Surat Presiden terkait pergantian Kapolri belum diterima Dewan Perwakilan Rakyat. Nama-nama calon masih beredar di ruang-ruang spekulasi, meskipun berbagai pihak telah menyusun daftar pendek yang paling sering disebut. Berikut lima nama yang paling santer muncul dalam bursa publik, dengan catatan bahwa ini belum merupakan keputusan resmi dan masih dalam ranah spekulasi:

Baca Juga:  Pengasuh Ponpes di Jember Ditahan Dalam Kasus Kekerasan Seksual

Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Wakapolri, lulusan Akademi Kepolisian 1990. Dianggap pewaris alami, berada di posisi kedua tertinggi di Polri dan dikenal dekat dengan pimpinan saat ini. Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Narkotika Nasional, angkatan 1994 lebih muda dari kandidat lain dan kerap disebut memiliki akses ke lingkaran Istana. Komjen Pol. Karyoto, Kepala Badan Pemelihara Keamanan, juga angkatan 1990, dengan rekam jejak yang kuat baik di kepolisian maupun di Komisi Pemberantasan Korupsi, meskipun masa pensiunnya sudah dekat.

Kemudian Komjen Pol. Wahyu Widada, Inspektur Pengawasan Umum, yang dikenal sebagai sosok bersih dan ahli di bidang pengawasan internal. Serta Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Kapolda Metro Jaya, satu-satunya yang baru saja naik pangkat dan memegang kendali di wilayah ibu kota.

Sesuatu yang lebih pasti telah terjadi: seorang pemimpin telah menitipkan arah kepada penggantinya dan bersedia mengawasi dari luar, jika arah itu dikhianati. Siapa yang akan menjawab amanah itu, masih menunggu keputusan tertinggi.

Penulis: Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik

Komentar ditutup.

Berita Terkait

KPK Konfirmasi Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pekan Ini Terkait Kasus HGB Rp106,3 Miliar
Setahun Lebih Mandek, Kasus Perusakan dan Pencurian Properti Milik Asep Awaludin Masuki Babak Gelar Perkara Khusus
Patroli Sat Samapta Polres Nias Selatan, Ciptakan Kamtibmas Kondusif
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka
Amnesty International Kecam Kekerasan Terhadap Fungsionaris BEM UI, Desak Kapolri Usut Tuntas
FPMI Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Berantas Dugaan Oknum Bekingi Mafia Gas Subsidi
Komisi III DPR Minta Polres Pemalang Usut Tuntas Kematian Siswa SD yang Diduga Jadi Korban Perundungan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:52 WIB

KPK Konfirmasi Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pekan Ini Terkait Kasus HGB Rp106,3 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:28 WIB

Setahun Lebih Mandek, Kasus Perusakan dan Pencurian Properti Milik Asep Awaludin Masuki Babak Gelar Perkara Khusus

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Patroli Sat Samapta Polres Nias Selatan, Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka

Berita Terbaru

Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre) & Agus Rizal (Ekonom Strukturalis di Nusantara Centre)

Headline

Negara Darurat Cognitif Reselience

Rabu, 7 Okt 2026 - 05:15 WIB