Kasus Varian Omicron di Australia Terus Menggila

- Editor

Rabu, 19 Januari 2022 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SYDNEY, Mediakarya –  Di tengah ancaman  Covid-19 varian Omicron yang saat ini telah melanda sejumlah negara di dunia, pemerintah Autralia pada Selasa (18/1/2022) mengumumkan bahwa pasien rawat inap di sejumlah rumah sakit di negeri kanguru itu membeludak.

Dilaporkan hingga Selasa (18/1/2022) negara bagian terpadat yakni New South Wales, Victoria dan Queensland terdapat 74 angka kematian. Angka ini meningkat bahkan melebihi rekor 57 kematian pada hari sebelumnya.

“Hari ini, adalah hari paling berat bagi negara bagian kami,” kata pemimpin New South Wales Dominic Perrottet dalam pengarahan media.

New South Wales melaporkan 36 kematian pada Selasa, tertinggi selama pandemi. Perrottet, yang konsisten menolak pembatasan ketat karena tingkat vaksinasi yang tinggi, mengatakan rumah-rumah sakit masih mampu mengatasi peningkatan jumlah pasien yang dirawat.

“Terlepas dari tantangannya, (peningkatan pasien) juga terjadi di belahan dunia yang lain,” kata dia.

Meskipun kasus rawat inap meningkat, Victoria pada Selasa menetapkan “kode cokelat” (status darurat jangka pendek) di rumah-rumah sakit. Status itu memberikan wewenang kepada pengelola RS untuk membatalkan layanan kesehatan yang tidak mendesak dan membatalkan cuti staf.

Baca Juga:  DPD NasDem Kabupaten Bekasi Solid Dukung BN Holik-Faizal di Pilkada 2024

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan kalangan muda usia yang belum divaksinasi menyumbang sejumlah besar kasus rawat inap di negara itu.

Meskipun negara-negara bagian menghindari lockdown dan terus membuka sektor bisnis, indeks kepercayaan konsumen Australia terpukul pekan lalu, menurut survei ANZ pada Selasa. Omicron mendorong orang untuk melakukan penguncian sendiri dan menahan pengeluaran.

Omicron juga telah menekan tingkat elektabilitas Perdana Menteri Scott Morrison, menurut jajak pendapat pada Selasa, dan menempatkan tokoh oposisi dari partai Buruh di posisi teratas beberapa bulan sebelum pemilihan federal. Lebih dari 67.000 kasus baru dilaporkan di New South Wales, Victoria, Queensland  dan Tasmania, turun dari rekor nasional 150.000 pada Kamis lalu. Negara-negara bagian lain belum menyerahkan data.

Melansir laman Republika, selama pandemi, Australia telah melaporkan 2.757 kematian dan sekitar 1,6 juta kasus infeksi, 1,3 juta di antaranya tercatat dalam dua pekan lalu.**

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Rektor Ubhara Jaya Raih Global Leadership Award in Security Based Higher Education
Sekjen NCW Harap Kapolri Baru Perkuat Penegakan Hukum dan Berantas Korupsi di Daerah
Inisiator GNK Habib Syakur: Kapolri Suyudi Ario Seto Harus Bawa Perubahan di Tengah Isu Geopolitik
Etos Indonesia Desak DPP Golkar Cabut Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq: Istri Koruptor Hattrick Ancam Elektoral Partai
Selamat dan Sukses, Kepada Sahabat yang Kini Memegang Tali Pimpinan Bhayangkara
Realitas Politik Pasca Jokowi, Bayangan yang Belum Pergi
Iran Tolak Mentah Mentah Proposal Gencatan Senjata AS Tujuh Hari Buka Selat Hormuz
Pesawat Iran Disita Turki Diminta Bayar Hutang 60 Miliar Rupiah

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Rektor Ubhara Jaya Raih Global Leadership Award in Security Based Higher Education

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Sekjen NCW Harap Kapolri Baru Perkuat Penegakan Hukum dan Berantas Korupsi di Daerah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Inisiator GNK Habib Syakur: Kapolri Suyudi Ario Seto Harus Bawa Perubahan di Tengah Isu Geopolitik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Etos Indonesia Desak DPP Golkar Cabut Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq: Istri Koruptor Hattrick Ancam Elektoral Partai

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Selamat dan Sukses, Kepada Sahabat yang Kini Memegang Tali Pimpinan Bhayangkara

Berita Terbaru