“Penguatan akses perlu dilakukan melalui diseminasi akses berkelanjutan oksigen medis,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kemenko PMK Sudirman pada acara diskusi bertema Sustainable Acces to Medical Oxygen di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu.
Sudirman juga mengatakan pentingnya konsep peta respons oksigen medis di Indonesia guna mengetahui pasokan oksigen yang tersedia di setiap daerah hingga ke pulau-pulau yang ada di seluruh Indonesia.
“Selain itu di level distribusi perlu diterapkan tata kelola yang menjamin pasokan oksigen agar dapat berjalan lancar khususnya saat terjadi eskalasi kebutuhan oksigen,” katanya.
Pemerintah, kata dia, mendorong langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan dalam Peta Jalan Penanggulangan Krisis Oksigen.
“Adapun langkah yang akan dilaksanakan dalam Peta Jalan Penanggulangan Krisis Oksigen meliputi penyatuan kebijakan dalam penanggulangan krisis oksigen dan pelaksanaan simulasi regulasi,” katanya, dilansir dari antara.
Selain itu akan dilakukan penguatan dan peningkatan kapasitas di level nasional hingga kabupaten/kota serta pengembangan modul dan penetapan sistem penanggulangan krisis oksigen yang berkelanjutan.
“Diseminasi panduan koordinasi kesiapsiagaan hingga simulasi koordinasi di tingkat nasional dan daerah,” katanya.
Deputi menambahkan, penguatan integrasi data dan informasi penanggulangan krisis oksigen juga akan terus diperkuat.
“Peningkatan infrastruktur untuk mendukung sistem penanggulangan krisis oksigen dan memperkuat rantai pasok serta logistik juga akan terus dilakukan,” katanya.
Terkait hal tersebut, kata dia, Kemenko PMK mengapresiasi peta jalan, peta respons oksigen dan modul yang telah diserahkan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
“Peta jalan, peta respons oksigen dan modul yang diserahkan oleh MDMC diharapkan akan dapat menjadi pedoman bagi para pemangku kepentingan dalam memperkuat akses oksigen medis di Indonesia,” katanya. (qq)






