Kementan Siapkan Aplikasi Untuk Prediksi Situasi Ketahanan Pangan

- Editor

Senin, 11 Oktober 2021 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Kementerian Pertanian tengah menyiapkan aplikasi yang dapat memprediksi situasi ketahanan pangan sejumlah komoditas hingga beberapa waktu ke depan sebagai antisipasi kurangnya ketersediaan dan melonjaknya harga.

“Kita sedang menyiapkan aplikasi bernama Pro Pangan. Aplikasi ini mampu merekam data series multi years beberapa faktor sekaligus, untuk kemudian dilakukan analisis prediksi situasi ketahanan pangan pada beberapa waktu ke depan,” kata Koordinator Kelompok Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementan Rachmi Widiriani dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.

Badan Ketahanan Pangan melakukan upaya terobosan dengan menyiapkan alat analisis prediksi ketersediaan dan harga pangan nasional dan daerah, sebagai upaya deteksi dini (early warning system) situasi pangan. Kejadian pandemi 2020 dan situasi eksternal yang sangat cepat berubah perlu disikapi dengan tepat agar tidak berakibat buruk terhadap ketahanan pangan Indonesia.

Aplikasi Pro Pangan dilengkapi dengan dashboard yang menampilkan prediksi ketersediaan dan harga pangan hingga 2 sampai 3 bulan ke depan secara akurat, cepat, dengan tampilan dan warna yang mudah dipahami sebagai peringatan kewaspadaan kepada masyarakat.

Dilansir dari antara, Rachmi mengatakan bahwa aplikasi ini bermanfaat untuk kesiapsiagaan, mitigasi dan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien. Dia mencontohkan, suatu provinsi bisa mengembangkan perdagangan antarwilayah untuk memperkuat ketahanan pangannya, berdasarkan neraca pangan antar wilayah dan perkembangan harga komoditas pangan.

Melalui aplikasi tersebut setiap provinsi dapat melihat potensinya, terutama untuk wilayah sentra produksi, sekaligus mencari wilayah atau provinsi lain untuk menjual hasil produksinya.

“Misalkan provinsi Jawa Timur atau wilayah sentra lainnya, saat surplus komoditas cabai, dapat melihat potensi pasar di provinsi lain yang memiliki potensi untuk menyerap atau membutuhkan komoditas tersebut. Demikian juga sebaliknya,” kata dia.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Kunjungi Petani Padi di Sulteng, Apresiasi Gebrakan Mentan Amran

Melalui aplikasi Pro Pangan, masyarakat juga dapat melihat berapa sebenarnya ketersediaan dan harga komoditas pangan strategis secara nasional. Selain itu, juga dapat dilihat wilayah atau provinsi mana saja yang memiliki potensi produksi komoditas pangan cukup atau sebaliknya wilayah mana saja yang defisit.

Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan Badan Ketahanan Pangan Risfaheri berharap ke depan masyarakat maupun pemerintah pusat dan daerah dapat terus menjaga stabilisasi ketersediaan maupun harga pangan secara efektif, sekaligus meredam gejolak pangan secara lebih awal.

“Pro Pangan selain memberikan informasi dan kondisi pangan nasional dan wilayah, juga dapat dijadikan salah satu acuan atau early warning system, untuk mengantisipasi terkait ketersediaan dan perkembangan harga pangan,” kata Risfaheri.

BKP Kementan juga telah mengembangkan aplikasi panel harga pangan yang menyajikan informasi harga komoditas pangan pokok yang dipantau pemerintah. Panel harga BKP ini hanya menyediakan perkembangan harga secara realtime baik di tingkat produsen, pedagang grosir hingga eceran berdasarkan input data yang dilakukan oleh enumerator yang ada di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

Aplikasi Pro Pangan mengembangkan data panel harga pangan sebagai bagian dari analisis proyeksi ketersediaan dan harga pangan sehingga dapat menjadi sumber informasi dan referensi yang kuat bagi pemerintah maupun masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Bos Charta Politika Ungkap Dipanggil Prabowo Lewat Seskab Teddy, Tolak Tawaran Jabatan
Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga
Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional
Daksinapati UI: Topografi Hukum Berubah, Era Geng Solo Tak Kebal Hukum Berakhir
MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama
Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim
Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir
Beli Rumah Lunas dan Bersertifikat Resmi, Aset Klien Yuli Yanti Hutagaol Malah Disita Bank Mayapada

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Daksinapati UI: Topografi Hukum Berubah, Era Geng Solo Tak Kebal Hukum Berakhir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:15 WIB

MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim

Berita Terbaru

Opini

Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:35 WIB

Mikhail Adam, Peneliti Ekopol di Nusantara Centre (Foto: Ist)

Opini

Ekopol Konstitusi Itu Peta Jalan Kedaulatan Kita

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:42 WIB