JAKARTA, Media Karya – Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada tahun 2025 menunjukkan tren positif, mencapai sekitar 4,96 persen pada Kuartal III-2025, dengan proyeksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di angka 5,1persen serta Bank Indonesia memprediksi antara 4,6 persen hingga 5,4 persen.
Pertumbuhan ini didorong oleh sektor seperti akomodasi dan makan minum, transportasi dan pergudangan, serta jasa perusahaan, dengan sektor informasi dan komunikasi juga menunjukkan kinerja kuat.
Ketua Umum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) Amos Hutauruk, menagih janji Menteri keuangan (Menkeu)Purbaya Yudhi Sadewa untuk menunjukan pertumbuhan ekonomi sebuah daerah dengan kurva S nya.
Secara ringkas, kurva S adalah alat visual yang membantu para ekonom dan manajer bisnis untuk memprediksi dan mengelola siklus hidup pertumbuhan, mulai dari permulaan yang lambat hingga kematangan, memungkinkan pengambilan keputusan strategis yang lebih baik.
“Kemenkeu itu yang dipegang omongannya Jadilah Koboi yang dicintai rakyat akan pertumbuhan ekonominya, dan bapak Menkeu tambah ok oc,” ujar Amos dalam keterangan nya, Selasa (6/1/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menagih janji Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya mengaku bakal menyuntikan dana Rp10 triliun lewat Bank Jakarta.
“Mudah-mudahan DKI Jakarta segera mendapatkan transfer dari pemerintah pusat untuk Bank Jakarta, seperti pembicaraan terakhir yang rencananya Rp10 triliun,” ucapnya di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Cakung, Selasa (21/10/2025).
Di tengah kebijakan pemerintah pusat yang memangkas dana transfer ke daerah (TKD), termasuk dana bagi hasil (DBH), suntikan dana tersebut bisa menjadi angin segar bagi pemerintah daerah.
Pramono bilang, dana tersebut bakal digunakan untuk menggerakan perekonomian sekaligus pembangunan ibu kota.
Menkeu Purbaya sebelumnya mengungkap rencananya menyuntikan anggaran puluhan triliun rupiah ke Bank Jakarta.
Rencana itu disampaikan Purbaya usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Selasa (7/10/2025) lalu.
Purbaya mengatakan, Kemenkeu sebelumnya sudah menyuntikan dana hingga Rp200 triliun ke bank Himbara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia pun menilai, skema tersebut juga bisa diterapkan di bank-bank daerah, seperti Bank Jakarta.
“Jakarta punya Bank Jakarta. Saya taruh di Himbara itu Rp200 triliun, gimana kalau saya tambah beberapa puluh triliun ke Bank Jakarta?” ucapnya.
Dana tersebut diharapkan bisa mendorong sektor UMKM hingga program kredit produktif di Jakarta.
“Dalam waktu dekat, nanti jumlahnya akan saya hitung. Tapi kalau Rp10 triliun – Rp20 triliun aja bisa kali ya untuk nyerap ya,” tutur Purbaya. (dri)






