LSM PMPRI Soroti Kejanggalan Pengadaan Motor Operasional Badan Gizi Nasional Senilai Rp1 Triliun

- Editor

Jumat, 10 April 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

BANDUNG, Mediakarya – Ketua Umum DPP LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI), Rohimat, yang akrab disapa Kang Joker, memberikan pernyataan tegas terkait isu pengadaan kendaraan operasional di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Meski pihak BGN telah mengklarifikasi kabar mengenai 70.000 unit motor sebagai hoaks, PMPRI tetap menyoroti fakta pengadaan sebanyak 21.801 unit dengan nilai fantastis mendekati Rp1 triliun.

“Kami di LSM PMPRI tidak hanya melihat angka, tapi kami melihat kewajaran dan asas manfaat. Temuan fakta mengenai pengadaan 21.801 unit dengan nilai hampir Rp1 triliun tetap meninggalkan lubang besar yang harus dijawab secara transparan,” ujar Kang Joker saat diwawancarai, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, ada dua poin krusial yang menjadi perhatian publik. Pertama adalah profil perusahaan penyedia barang yang dinilai baru terdaftar di akhir tahun 2025 namun sudah mampu menyerap kontrak skala masif. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai rekam jejak dan kapasitas produksinya.

Kedua, Kang Joker menyoroti harga per unit kendaraan yang mencapai Rp42 juta. Anggaran tersebut dinilai sangat tinggi karena setara dengan motor listrik kelas premium.

Baca Juga:  PMPRI; Jangan Pilih Capres-Cawapres Pro Kapitalis

“Publik berhak tahu spesifikasi seperti apa yang dibeli hingga menyentuh angka setinggi itu,” tegasnya.

Selain masalah anggaran, PMPRI juga mengkhawatirkan potensi kerugian negara akibat penurunan kualitas aset yang belum didistribusikan. Ia memperingatkan agar aset negara tersebut tidak berakhir menjadi ‘besi tua’ di gudang hanya karena alasan administrasi Barang Milik Negara (BMN).

“Setiap hari motor itu mendekam di gudang, kualitas baterainya menurun, dan itu adalah kerugian negara. LSM PMPRI akan terus mengawal agar program penguatan gizi nasional ini tidak ditumpangi oleh kepentingan pemburu rente proyek,” tambahnya.

Sebagai penutup, Kang Joker memberikan kritik pedas mengenai rasa keadilan sosial terkait penggunaan anggaran negara. Ia merasa ada ketimpangan antara tuntutan kepada rakyat dengan gaya belanja pemerintah.

“Ini berbanding terbalik ketika rakyat disuruh hemat BBM, tapi pemerintah justru menikmati subsidi hasil pajak rakyat melalui pengadaan-pengadaan yang tidak wajar,” pungkasnya. (Asp)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi
Pegawai Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Ditampung Agrinas, Qodari : Jadi PKWT BUMN 2 Tahun
Bupati Bolmut Sulawesi Utara Kena Ciduk OTT KPK
Prabowo Kerap Berkata Kasar Hingga Disarankan Dijauhkan dari Mikropon, Begini kata Pengamat
Rektor Universitas Paramadina Tanggapi Usulan Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi
Teladan yang Membungkam, Inilah Pesan Pimpinan Ponpes Gontor di Hadapan Presiden
Datangkan Eks Persija Jakarta Mulki Hakim ke Pejuang Putra FC, Ketua FKRW Se Kelurahan Sangat Mengapresiasi.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 22:48 WIB

Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak

Selasa, 22 September 2026 - 11:27 WIB

Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi

Selasa, 22 September 2026 - 10:16 WIB

Pegawai Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Ditampung Agrinas, Qodari : Jadi PKWT BUMN 2 Tahun

Senin, 21 September 2026 - 22:52 WIB

Prabowo Kerap Berkata Kasar Hingga Disarankan Dijauhkan dari Mikropon, Begini kata Pengamat

Senin, 21 September 2026 - 17:59 WIB

Rektor Universitas Paramadina Tanggapi Usulan Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Berita Terbaru