Menurut Jonly, terdapat delapan proyek pompanisasi dengan total nilai Rp475,6 miliar yang kini sudah masuk temuan auditor. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai lokasi. “Total anggarannya hampir setengah triliun rupiah. Begitu diaudit ternyata bermasalah. Ini harusnya langsung ditindak tegas,” katanya.
LAMI juga mencurigai proses lelang kedelapan proyek tersebut. Meski menggunakan skema minikompetisi, hampir semua pemenangnya justru menawarkan harga mendekati nilai pagu anggaran.
“Minikompetisi itu harusnya mencari harga paling efisien. Tapi yang menang malah yang nawarin harga nyaris 100 persen dari pagu. Peserta yang nawarin lebih murah sekitar 20 persen justru ditolak,” jelasnya.
Dia mencontohkan proyek pompanisasi Ancol senilai Rp320 miliar yang merupakan salah satu dari delapan proyek tersebut. Pemenangnya juga menawar harga sangat tinggi, nyaris menyamai anggaran yang tersedia. “Ini bukan cuma tidak efisien. Ada indikasi pengaturan skor dan permainan kotor dalam lelang,” tuturnya.




