Lima Dosen ITPLN Lulus Pelatihan SMR Jepang–AS, Siap Dorong ITPLN Jadi Pemimpin Nuklir Nasional

ITPLN
Seluruh delegasi ITPLN dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat dari Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) Jepang. (Foto: ITPLN)

Ia menambahkan, materi pelatihan mencakup pengenalan teknologi SMR, perbedaannya dengan PLTN konvensional, serta potensi pemanfaatannya untuk kelistrikan, industri, dan wilayah terpencil.

Peserta juga dibekali pemahaman komprehensif terkait keselamatan dan keamanan nuklir, pencegahan kecelakaan, mitigasi risiko, perlindungan fisik material nuklir, serta kerangka regulasi internasional yang mengacu pada standar Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Pembelajaran dari praktik di Jepang dan Amerika Serikat turut menjadi bagian penting pelatihan.

“Isu non-proliferasi, pengawasan internasional, hingga manajemen limbah radioaktif juga menjadi fokus pembahasan,” kata Nadia.

Selain itu, pelatihan menyoroti dampak lingkungan dan sosial, termasuk strategi komunikasi risiko serta upaya meningkatkan penerimaan publik terhadap energi nuklir. Kesiapan Indonesia dalam mengadopsi SMR juga dikaji, mencakup tantangan kebijakan, kapasitas SDM, dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Japan–US Training Program on Responsible Use of Small Modular Reactor (SMR) Technology for Indonesia yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 ini diselenggarakan oleh KBRI Tokyo bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama Indonesia–Jepang–Amerika Serikat dalam mendukung transisi energi nasional menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *