Diksar Gandawesi XXXVIII UPI Siapkan Mahasiswa Tangguh Hadapi Krisis Iklim

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diksar Gandawesi XXXVIII UPI

Diksar Gandawesi XXXVIII UPI

BANDUNG, Mediakarya – Kelompok Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (KPALH) Gandawesi Keluarga Mahasiswa Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi melepas peserta Pendidikan Dasar (Diksar) Gandawesi XXXVIII tahap lapangan di Helipad FPTI, Kampus UPI, Bandung.

Sebanyak lima mahasiswa terpilih mengikuti rangkaian Diksar Gandawesi XXXVIII, yakni Shandra (Pendidikan Teknik Agroindustri 2024), Arrafiq (Pendidikan Tata Boga 2024), Aulia Putri (Teknik Sipil 2024), Dewi (Pendidikan Teknik Mesin 2024), serta Haikal (Pendidikan Teknik Otomotif 2024).

Komandan Latihan Diksar Gandawesi XXXVIII KPALH Gandawesi KM FPTI UPI, Roja Husni Amali, menyampaikan bahwa pendidikan dasar ini merupakan proses pembentukan karakter mahasiswa pecinta alam yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan dan krisis iklim.

“Diksar Gandawesi tidak hanya menguji fisik, tetapi juga membangun kesadaran ekologis, mental kepemimpinan, serta keberanian bersikap di tengah tantangan krisis iklim,” ujar Roja di Bandung, Selasa (20/1/2026).

Selama dua pekan, peserta akan menjalani pendidikan di alam terbuka dengan berbagai materi lapangan. Kegiatan meliputi rock climbing dan rappelling di Tebing Citatah 48, long march menuju Hutan Sukawana, simulasi Search and Rescue (SAR), serta Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).

Baca Juga:  Ketua FLO DKI Jakarta Silaturahmi dengan Menteri Agama, Bahas Santunan Anak Yatim dan Kolaborasi Kegiatan

Rangkaian Diksar juga mencakup penyebrangan basah dan navigasi darat di kawasan Panaruban, penyebrangan kering, hingga Temu Besar Lapangan di Atap Ciater. Seluruh kegiatan dirancang untuk melatih ketahanan, kerja sama tim, kepemimpinan, dan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi krisis.

Roja menegaskan, nilai etika lingkungan dan prinsip keberlanjutan menjadi benang merah dalam setiap materi pendidikan. Peserta diharapkan mampu memahami hubungan manusia dan alam secara seimbang di tengah dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Pendidikan Dasar Gandawesi XXXVIII dijadwalkan berakhir dengan pelantikan anggota muda KPALH Gandawesi di Kampus FPTI UPI. Melalui proses ini, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif mendorong pelestarian lingkungan dan mitigasi krisis iklim, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan
Creative Financing Jadi Solusi Penguatan Fiskal Daerah, Ini Penjelasan Dirjen Keuda Kemendagri Agus Fatoni
Apa itu Penyakit Multiple Sclerosis? Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya
Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding
Limbah Makan Bergizi Gratis Diolah Jadi Biofuel, Tim ITPLN Raih Medali Perak
Wisuda ITPLN ke-48, Engineer Muda Siap Hadapi Era AI dan Geopolitik Energi
ITPLN Kupas Rahasia Stabilitas Listrik Hijau PLTS dan BESS di Nusa Penida
ITPLN Pelajari Strategi Kampus Digital Lewat Benchmarking di Bandung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:46 WIB

Creative Financing Jadi Solusi Penguatan Fiskal Daerah, Ini Penjelasan Dirjen Keuda Kemendagri Agus Fatoni

Senin, 1 Juni 2026 - 12:09 WIB

Apa itu Penyakit Multiple Sclerosis? Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:18 WIB

Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:58 WIB

Limbah Makan Bergizi Gratis Diolah Jadi Biofuel, Tim ITPLN Raih Medali Perak

Berita Terbaru