ACEH TIMUR , Mediakarya – Pemerintah pada tahun 2022 telah mengeluarkan kebijakan pemberian subsidi energi sebesar Rp502 triliun. Ada potensi kenaikan subsidi energi sebesar Rp198 triliun pada akhir tahun jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM, artinya subsidi energi menjadi Rp700 triliun.
Untuk itu, kenaikan harga BBM dinilai menjadi salah satu sokusi dalam rangka menekan tingginya angka subsidi di tanah air.
Menanggapi hal rersebut, Ketua Rakyat Meusaboh Aceh Pesisir (RMA), Muhajir, berharap masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka menaikan BBM. Hal itu dalam rangka menekan tingginya subsidi BBM.
“Seperti kita ketahui bahwa sebelumnya pemerintah berhasil menahan laju Inflasi domestik di angka 4,9%. Angka tersebut merupakan angka yang relatif lebih rendah dibanding sejumlah negara di asia dan negara maju lainnya,” kata Muhajir dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/9/2022).
Untuk itu, pihaknya mendukung rencana kenaikan BBM tersebut agar membantu meringankan dampak inflasi di Indonesia.
Menurutnya, harga BBM di Indonesia saat ini tergolong sangat rendah, dibanding negara tetangga seperti Thailan dan Vietnam.
Di Thailand harga jual BBM bila dirupiahkan bekisar Rp19.500/ liter, dan vietnam Rp16.645/ liter, sedangkan Filipina Rp21.352/liternya.
Dia pun menilai kenaikan harga yang di rencanakan oleh pemerintah tidak akan memberatkan, sehingga perlu adanya sikap dari masyarakat dalam mendukung kebijakan tersebut.
Oleh karena itu, untuk mengimbangi penyesuaian kenaikan harga BBM tersebut, pemerintah dapat memberikan BLT maupun bansos lainnya kepada masyarakat miskin yang terdampak langaung dengan kenaikan harga BBM.
Pemerintah juga dapat segera mengambil kebijakan terkait ketepatan penyaluran BBM subsidi, agar tidak salah sasaran, karena selama ini BBM subsidi banyak dinikmati oleh kalangan elit, baik perusahaan maupun mobil dan kendaraan mewah lainnya.
“Tentu dibarengi dengan peraturan dan penerapan sanksi kepada warga serta oknum oknum yang beking pelanggaran seperti penimbunan BBM, juga penertiban di tiap SPBU,” ujarnya. (Zulmalik)






