“Target awalnya, listrik dapat menyala selama 24 jam untuk sekitar 10 rumah tangga dan fasilitas umum. Kami juga menyiapkan minimal 10 warga lokal agar mampu mengoperasikan dan merawat PLTMH ini secara mandiri,” tambah Adri.
Program ini turut melibatkan Komunitas Kampung Gadog sebagai mitra lokal guna memastikan keberlanjutan operasional pembangkit. Seluruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat ITPLN dapat diakses melalui laman resmi www.itpln.ac.id
.
Melalui pemanfaatan irigasi sebagai sumber energi listrik, ITPLN berharap PLTMH Kampung Gadog dapat menjadi contoh penerapan energi terbarukan berbasis potensi lokal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan terpencil.




