Beranda / Daerah / Moch Ihwan Saputra: Pemuda Jangan Diadu Domba, KNPI Sukabumi Harus Kembali Jadi Ruang Produktif

Moch Ihwan Saputra: Pemuda Jangan Diadu Domba, KNPI Sukabumi Harus Kembali Jadi Ruang Produktif

KNPI Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI, MediaKarya – Pasca pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi yang digelar di Hotel Selabintana, Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan Gilang Gusmana menegaskan tidak adanya dualisme kepengurusan di tubuh KNPI.

Kepengurusan KNPI yang dipimpin Gilang Gusmana disebut memiliki garis struktural yang jelas dan berbeda, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Jawa Barat.

Menanggapi dinamika tersebut, Moch Ihwan Saputra, perwakilan Pimpinan Kecamatan (PK) KNPI Cirenghas, Kabupaten Sukabumi, menilai situasi yang berkembang saat ini sebagai bagian wajar dari proses organisasi dan pendewasaan gerakan kepemudaan.

Menurut Ihwan, perbedaan arah dan kepemimpinan tidak semestinya dimaknai sebagai konflik berkepanjangan, melainkan sebagai bukti bahwa pemuda masih memiliki kepedulian serta tanggung jawab moral terhadap masa depan KNPI.

“Kita harus jujur mengakui bahwa dalam beberapa periode ke belakang, KNPI sempat berada dalam kondisi mati suri. Arah geraknya tidak jelas dan cenderung elitis, bahkan kerap dijadikan kendaraan kepentingan kelompok tertentu maupun politik praktis, sehingga menjauh dari kebutuhan riil pemuda,” ujar Ihwan, Selasa (30/12/2025).

Ia menilai, hadirnya kepemimpinan KNPI yang saat ini dinahkodai Gilang Gusmana merupakan bagian dari ikhtiar pembaruan untuk menghidupkan kembali peran KNPI sebagai wadah pembinaan, pengembangan potensi, dan penguatan kapasitas pemuda.

“Pendekatan yang dilakukan hari ini lebih menitikberatkan pada gerakan akar rumput, konsolidasi organisasi, serta pembukaan ruang partisipasi pemuda yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Inilah roh KNPI sebagai laboratorium pemuda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ihwan mengingatkan agar para pemuda tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang tidak produktif dan berpotensi mengadu domba sesama pemuda.

“Energi pemuda jangan dihabiskan untuk konflik dan saling klaim legitimasi. Biarkan setiap nahkoda membuktikan kapasitasnya melalui kerja nyata dan keberpihakan pada pengembangan potensi pemuda,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa sejarah akan mencatat kepemimpinan bukan dari siapa yang paling keras bersuara, melainkan dari siapa yang mampu menghadirkan kerja konkret dan manfaat nyata bagi pemuda.

“Pemuda hari ini tidak membutuhkan kegaduhan, tetapi arah yang jelas dan kerja yang konkret,” pungkas Ihwan. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *