Mumtaz Corner di ICI 2025: Membangun Infrastruktur Manusia, Menyatukan Kepercayaan dan Keberlanjutan

- Editor

Jumat, 13 Juni 2025 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aden KamilCEI dari Mumtaz Corner

Aden KamilCEI dari Mumtaz Corner

JAKARTA, Mediakarya – Di tengah sorotan terhadap pembangunan fisik dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, suara yang menyerukan pentingnya membangun manusia sebagai fondasi utama mulai menggema. Salah satunya datang dari Aden Kamil, CEO Mumtaz Corner, yang menekankan bahwa infrastruktur sejati tak hanya soal beton dan baja, melainkan juga menyangkut mentalitas, kapabilitas, dan daya tahan manusia.

Berbicara di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12/6/2025), Aden menyampaikan pandangan Mumtaz Corner—perusahaan multi-sektor yang bergerak di bidang ekonomi, pendidikan, dan kemanusiaan dengan jejaring internasional—mengenai urgensi pendekatan pembangunan yang holistik.

“Korelasi kami dengan ICI 2025 sangat kuat. Forum ini membahas dua sisi infrastruktur: fisik dan manusia. Akses penting, tapi kualitas manusia jauh lebih mendasar. Tanpa SDM yang unggul, pembangunan akan timpang,” ujar Aden.

Menjaga Keseimbangan Teknologi dan Ekologi

Aden menyoroti perlunya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian lingkungan. “Kita sering terjebak pada kecepatan pembangunan tanpa mempertimbangkan daya dukung ekologi. Padahal, infrastruktur yang tidak berkelanjutan hanya akan menyisakan kerusakan,” jelasnya.

Mumtaz Corner, lanjutnya, menempatkan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular sebagai inti dari setiap proyek. Selain membangun sarana fisik, perusahaan ini juga fokus membekali masyarakat dengan pendidikan, nilai-nilai budaya, dan kesadaran kemanusiaan yang kuat.

Jembatan Kepercayaan Lintas Negara

Sebagai entitas swasta, Mumtaz Corner sering dipercaya menjadi mitra pelaksana proyek-proyek kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat dari berbagai pihak di Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga:  KPU: PSU Kuala Lumpur Digelar di Putra World Trade Center

“Kami bukan yayasan, tapi korporasi yang kerap ditunjuk sebagai perpanjangan tangan untuk mengeksekusi proyek sosial di Indonesia. Kami membangun masjid, sekolah, pesantren, hingga rumah bagi korban bencana, semua dengan sistem yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas,” terang Aden.

Ia menambahkan, model kerja sama yang dibangun berlandaskan kepercayaan (trust-based financing). “Investor dan yayasan di Timur Tengah tidak memerlukan proses berbelit. Yang mereka butuhkan adalah kejelasan dan komitmen hasil.”

Untuk itu, Mumtaz Corner selalu memisahkan dana operasional dari dana proyek agar akuntabilitas terjaga dan donatur tetap percaya.

Membaca Peluang, Menutup Kesenjangan

Menurut Aden, keikutsertaan di ICI 2025 membuka banyak peluang strategis. “Kami bisa melihat roadmap pembangunan nasional hingga 2041. Ini sangat penting bagi kami dalam membaca celah yang masih terbuka, khususnya di sektor maritim dan kawasan pesisir yang masih minim sentuhan.”

Ia optimistis potensi kemitraan dengan Timur Tengah semakin terbuka, terutama dalam bidang penguatan SDM dan proyek berbasis nilai-nilai kemanusiaan.

“Infrastruktur bukan hanya soal membangun gedung, tapi juga membangun manusia yang mengisi dan menjaga maknanya,” tutup Aden. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Alami Kerusakan Perahu Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Berhasil Ditemukan Selamat
Manuver Golkar di RUU Pemilu: Usul Dapil Nasional, Caleg Gagal Bisa Tetap Jadi DPR
Pakar Imbau Elit Golkar Responsif Sikapi Wacana Eksodus Kader di Jabar
DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Alami Kerusakan Perahu Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Berhasil Ditemukan Selamat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:27 WIB

Manuver Golkar di RUU Pemilu: Usul Dapil Nasional, Caleg Gagal Bisa Tetap Jadi DPR

Berita Terbaru

Opini

Di Bawah Payung Ortodoksi Ekonomi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:03 WIB