KOTA BEKASI , Mediakarya – Sulitnya mencari pekerjaan, walaupun pada era digital, membuat banyak oknum memanfaatkan kelengahan masyarakat agar dapat bekerja.
Berbagai info lowongan pekerjaan berseliweran di platform media sosial dengan banyak iming-iming yang menggiurkan. Hal ini juga dialami beberapa korban yang akhirnya menyetir sejumlah uang dengan harapan dapat pekerjaan.
Bermaksud mencari pekerjaan, seorang wanita bernama Karin (18), akhirnya menjadi korban penipuan lowongan kerja palsu. Ia mendapatkan informasi loker dari Instagram.
Karin menceritakan bahwa setelah mendapatkan informasi lowongan kerja tersebut, ia mendatangi kantor yang berada di di Perkantoran The East 81, Jl. Cut Mutia Blok A2 No.15, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
“Waktu masuk ke kantor itu, HP kami diminta dimatikan dan tidak boleh dipegang disuruh masukan ke dalam tas.
Uangnya diminta setelah wawancara selesai untuk posisi saya melamar di posisi sebagai kitchen helper,” ujar Karin ketika di hubungi media, pada Kamis 15 Oktober 2026.
Permintaan uang tersebut sempat ditolak oleh Karin, namun pihak perusahaan bodong tersebut mendesak dengan terus meyakinkan dirinya. Akhirnya ia memberikan uang dengan jumlah Rp.1.900.000 rupiah.
“Waktu itu tidak ada intimidasi fisik, tapi mereka terus meyakinkan saya sampai akhirnya saya mencoba percaya dan membayar mereka agar bisa mendapatkan pekerjaan. Tapi sampai sekarang, saya belum mendapatkan info lanjutan apakah saya diterima bekerja atau tidak,” pungkasnya.
Karin juga berharap pemerintah Kota Bekasi maupun penegak hukum mendalami peristiwa yang ia alami agar ke depannya tidak ada lagi korban, terlebih lagi bagi mereka calon pekerja yang tidak mempunyai uang.
“Harapan saya semoga tempat penyaluran kerja fiktif seperti itu bisa segera ditindak tegas oleh pihak kepolisian dan dinas terkait, supaya tidak ada lagi korban baru. Selain itu, saya juga sangat berharap uang saya sebesar 1,9 juta tersebut bisa kembali,” pungkasnya.
Hingga saat ini, ruko perkantoran tersebut masih beroperasi namun diduga di jaga ketat oleh preman dan orang bayaran.
Setelah dilakukan pendalaman, kantor tersebut juga memiliki cabang lain yang berlokasi di gadung perkantoran Hera, Jalan Inspeksi Kalimalang, Pekayon Jaya Bekasi Selatan.(Red)











