Pemrov DKI Pertimbangkan Soal Izin Kegiatan Reuni Akbar 212

- Editor

Minggu, 7 November 2021 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jutaan massa 212 memadati lapangan Monas Jakarta (Ist)

Jutaan massa 212 memadati lapangan Monas Jakarta (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan dengan cermat kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Tidak hanya di Monas, tapi juga di tempat-tempat di wilayah Jakarta.

Hal tersebut dikatakan Riza Menanggapi rencana Persaudaraan Alumni atau PA 212 yang akan menggelar reuni akbar pada 12 Desember 2021.

“Ya nanti kita akan lihat ya, sejauh ini kami minta, karena ini masa pandemi tentu harapan kita semua kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan dan berpotensi penyebaran kita harap dipikirkan kembali, dipertimbangkan kembali sampai Jakarta betul-betul aman,” kata Riza kepada wartawan, Minggu (7/11).

“Harapan kita di Jakarta ini, sekalipun kita sudah memasuki level 1, kita bersyukur tapi tidak serta merta kemudian kita bebas melakukan kegiatan-kegiatan seperti sebelum ada pandemi,” tambahnya.

Riza berharap, kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan seharusnya harus dipikirkan kembali untuk digelar sampai Jakarta dalam kondisi aman dari penyebaran virus corona.

“Jadi kegiatan-kegiatan apa pun yang dapat menimbulkan, berpotensi menyebabkan kerumunan tentu harus dipertimbangkan. Untuk sebaik-baiknya untuk dipikirkan kembali, agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid,” kata dia.

Baca Juga:  Pemkot Jakbar Alokasikan Pemeliharaan 138 Pompa Air Pada 2023

“Tentu harus kita pertimbangkan baiknya untuk dipikirkan kembali agar tidak menjadi klaster baru Covid,” sambungnya sebagaimana dilansir dari Kumparan.

Sebelumnya, Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi untuk memutuskan agenda tersebut itu.

Untuk tempat pelaksanaan juga masih digodok apakah dilakukan di Lapangan Monas atau secara virtual seperti tahun lalu.

Sebab, sampai saat ini Monas memang belum dibuka untuk umum. Monas ditutup sejak awal PSBB di Jakarta berlangsung.

Pada tahun 2020 lalu, tidak ada massa yang ‘memutihkan’ lapangan Monumen Nasional (Monas), melainkan dilaksanakan secara terbatas dengan menyaksikan dialog nasional yang dihadiri sejumlah tokoh, termasuk pemimpin FPI Habib Rizieq Syihab saat itu.

Reuni yang rutin digelar tiap 2 Desember tersebut berbeda dengan sebelumnya karena masih suasana pandemi Covid-19. (red)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Desak DPRD DKI Turun ke Bantargebang
Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB
Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin
Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar
Dirjen Bea Cukai Menghadap Presiden Diperintahkan Berantas Penyelundupan Ilegal
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:22 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Desak DPRD DKI Turun ke Bantargebang

Rabu, 23 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 11:01 WIB

Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB