Home / DKI

Penyebar Video Hoax Rumah Jokowi Digeledah KPK Dilaporkan ke Polisi

- Editor

Kamis, 11 Januari 2024 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Beredar video viral berjudul “Rumah Presiden Jokowi digeledah KPK”. Video berdurasi 2 menit 50 detik tersebut sangatlah meresahkan dan membuat banyak pihak yang mengecam. Salah satunya Syarifuddin Daeng Punna, Pembina Gibran Center.

Menurut pria yang akrab disapa SAdAP ini, menjelang pemilu semakin banyak bermunculan video hoax hanya untuk kepentingan provokasi, dan sangat meresahkan.

“Video yang menyebutkan KPK menggeledah rumah presiden Jokowi sudah sangat kelewatan, kok bisa ya ada orang yang berani melakukan itu, apalagi yang diserang opini negatif ini adalah presiden kita, sungguh perbuatan yang sangat disayangkan dan menyakiti hati banyak orang,” ucap SAdAP, dalam keterangan tertulis, Kamis (11/1/2024).

SAdAP menuturkan, saat mendapatkan video tersebut merasakan sangat terganggu dan merupakan perbuatan fitnah yang sangat keji.

“Saya sendiri ketika mendapatkan video ini, darah saya mendidih, saya tidak bisa menerima simbol negara kita dibuatkan framing yang sangat keji, olehnya itu saya ingatkan kepada pihak yang memproduksi video hoax tersebut agar segera gentleman dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, karena ini sudah sangat kelewatan,” kata pria yang merupakan kader Partai Demokrat Ini.

Baca Juga:  Tuntaskan Keluhan Warga RW 12 dengan Rumah Ibadah Cettiya, Komisi A Beri Waktu Walikota Jakbar 1 Bulan

Lebih lanjut, SAdAP didampingi oleh kuasa hukumnya melaporkan ke kepolisian agar segera melacak dan mencari siapa yang membuat serta menyebarkan video tersebut.

“Saya juga meminta agar pihak Kepolisian dapat segera mengusut tuntas siapa dalang dibalik beredarnya video hoax itu, karena ini berkaitan erat dengan pemilihan umum dan pemilihan presiden 2024 dimana isu seperti ini sangat berbahaya dan dapat memicu terjadinya konflik horizontal,” tutur SAdAP.

Selanjutnya, SAdAP mengajak semua anak bangsa menjaga stabilitas nasional menjelang pemilu demi negara kesatuan Negara Republik Indonesia berdasarkan pancasila dan UUD 1945

“Mari kita jaga bersama selaku anak bangsa dan senantiasa menjaga keutuhan bangsa dan negara,” tutup SAdAP yang juga Pembina Gibran Center untuk Indonesia Timur.(hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
PAM JAYA Raih Penghargaan Kearsipan 2026, Kantongi Predikat Sangat Memuaskan
Pansus PTSL DPRD Minta Gubernur dan GTRA Tuntaskan Residu PTSL
Ketum LPKAN Apresiasi Gebrakan Kapolri Jenderal Suyudi: Agresif Berantas Narkoba dan Pelototi APBD
Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’
Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Munjirin Ingatkan Pemilik Gedung Antisipasi Bahaya Kebakaran

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:05 WIB

PAM JAYA Raih Penghargaan Kearsipan 2026, Kantongi Predikat Sangat Memuaskan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Pansus PTSL DPRD Minta Gubernur dan GTRA Tuntaskan Residu PTSL

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Ketum LPKAN Apresiasi Gebrakan Kapolri Jenderal Suyudi: Agresif Berantas Narkoba dan Pelototi APBD

Berita Terbaru

Opini

Di Bawah Payung Ortodoksi Ekonomi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:03 WIB