Perang Dunia III di Depan Mata

- Editor

Rabu, 25 Juni 2025 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan pencakar langit di Tel Aviv Israel hancur terkena rudal Iran (Foto: Ist)

Bangunan pencakar langit di Tel Aviv Israel hancur terkena rudal Iran (Foto: Ist)

Oleh: Wibisono

Penulis: Pengamat Militer Dan Pertahanan

Belakangan ini konflik antara Iran-Israel menarik perhatian publik di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Namun, mungkin tidak sedikit orang yang justru menyimpan rasa penasaran terkait bagaimana awal mula Iran serang Israel?

Untuk diketahui, sebelumnya Iran telah mengirimkan serangan kepada Israel sejak seminggu terakhir. Dikutip dari The Guardian, tercatat sudah ada lebih dari 400 rudal yang diluncurkan oleh Iran yang menargetkan wilayah Israel. Bahkan, terdapat kisaran 200 rudal yang dikirimkan dalam jumlah rentetan. Hal ini dilakukan oleh Iran menyusul serangan yang dikirimkan oleh Israel.

Lebih lanjut, serangan yang telah dilakukan oleh Israel terhadap Iran telah menghilangkan nyawa sekitar lebih dari 600 orang dan melukai lebih dari 1.300 orang. Sebaliknya, rudal yang telah diluncurkan oleh Iran di Israel juga telah menewaskan sekitar 25 orang dan ratusan orang lainnya terluka.

Situasi global memasuki babak yang mengkhawatirkan. Setelah serangan udara Amerika Serikat menghantam tiga fasilitas nuklir strategis Iran, muncul laporan bahwa Dewan Keamanan Rusia bersama enam negara sekutu tengah menyiapkan respons militer yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam pernyataan terbaru yang mengejutkan, sejumlah analis mengungkap bahwa Rusia, bersama Cina, Korea Utara, Venezuela, Suriah, dan Belarus, disebut siap menyediakan dukungan militer penuh kepada Iran, termasuk potensi keterlibatan teknologi nuklir.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Kasus Jasad Bayi dalam Kantong Belanja di Jambi

Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, menyebut dalam kanal resmi Telegram bahwa “beberapa negara kini bersiap untuk memasok hulu ledak nuklir langsung ke Iran.” Meskipun pernyataan itu tidak merinci negara mana yang dimaksud, narasi ini segera memicu kekhawatiran luas di kalangan pengamat pertahanan internasional.

Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan perjalanan mendadak ke Moskow untuk mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Vladimir Putin, menyebut situasinya sebagai “serius dan membutuhkan keputusan strategis besar.”

Sementara itu, suasana di Timur Tengah memanas. Israel melaporkan serangkaian ledakan besar di beberapa titik sensitifnya hanya beberapa jam setelah serangan udara AS. Warga sipil mulai dievakuasi dari wilayah utara, dan siaran televisi setempat menunjukkan antrean panjang di pom bensin dan toko bahan makanan.

Militer Iran, melalui pernyataan singkat, menyebut serangan balasan ini sebagai “fase awal” dan menyatakan siap menggunakan segala instrumen pertahanan yang dimiliki.

Dalam konteks ini, referensi terhadap potensi eskalasi ke arah senjata pemusnah massal tidak lagi terdengar seperti ancaman kosong. Kondisi ini memicu kegelisahan luas di dunia internasional. Negara-negara anggota NATO disebut menggelar rapat darurat di Brussels, sementara Dewan Keamanan PBB hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Akankan perang dunia ke III akan dimulai?, mari kita simak perkembangan dinamika kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
FAST Desak KPK Bongkar Dalang di Balik Mangkirnya Nusron Wahid, Diduga Berlindung di Balik Ormas
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Ketua LPKAN: Jangan Rampok Uang Keselamatan Rakyat
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS
Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

FAST Desak KPK Bongkar Dalang di Balik Mangkirnya Nusron Wahid, Diduga Berlindung di Balik Ormas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Ketua LPKAN: Jangan Rampok Uang Keselamatan Rakyat

Berita Terbaru