Beranda / Entertainment / Pertama Kali di Indonesia, Pakar Anti-Aging dr Ayu Widyaningrum Kembangkan Teknologi Biocell Filler

Pertama Kali di Indonesia, Pakar Anti-Aging dr Ayu Widyaningrum Kembangkan Teknologi Biocell Filler

JAKARTA, Media Karya – Ilmuwan muda di bidang kedokteran kecantikan, dr. Ayu Widyaningrum berhasil melahirkan teknologi baru yakni Biocell Filler yang merupakan perawatan kulit wajah dan pertama kali ada di Indonesia.

Biocell filler merupakan suatu filler yang diproses dan dijadikan spesimen dari bahan autologus darah pasien.

“Sebenarnya Biocell Filler bisa digunakan untuk dua sistem, yaitu dari stem cell atau plasenta darah atau juga bisa dari growth factor yang diambil dari lemak,” terang Ayu kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/8).

Pemilik Widya Esthetic Clinic yang berlokasi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, baru saja tampil sebagai narasumber kecantikan di siaran TV bersama sejumlah selebriti.

Menurutnya dua sistem itu sama-sama aman dan bermanfaat diaplikasikan kepada pelanggan klinik miliknya. Namun berhubung Widya Esthetic Clinic masih berstatus klinik pratama, maka ia hanya menerapkan sistem yang mana mengambil spesimen yang berada di dalam darah.

“Biocell Filler sangat spesial dan merupakan satu-satunya filler yang aman untuk semua kalangan dan tidak menyebabkan nekrosis, karena spesimennya berasal dari tubuh pasien dan growth factor dari tubuh pasien,” jelas Dokter Ayu.

“Biocell filler bahkan aman untuk penderita diabetes melitus, pasien kanker, ataupun pasien yang saat ini sedang menjalani kemoterapi dan mengalami gangguan imunologi atau yang biasa disebut penyakit autoimun,” jelasnya.

Kata Ayu, Biocell Filler pertama kali di Indonesia dan hanya Widya Esthetic Clinic yang menggunakan Biocell Filler saat ini.

“Saya sangat bangga bisa memberikan inovasi terbaru dalam dunia kedokteran estetik dermatologi dan estetik surgery,” bebernya.

Teknologi itu sebenarnya berasal dari Inggris, namun Ayu mengembangkan sendiri sehingga melahirkan treatmen terbaru dan pertama kali diterapkan di Tanah Air, khususnya di klinik miliknya. Bahan dasarnya dari darah dan spesimen darah pasien sehingga aman.

“Efek sampingnya pun sangat minimal, hanya berupa bengkak selama 2-4 jam. Bengkaknya pun sangat soft dan natural,” terang Ayu.(dri)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *