DENPASAR (Mediakarya) – PT Pertamina (Persero) melalui unit bisnis Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dalam mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi di Desa Adat Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali.
“Kami berharap energi terbarukan ini dapat dinikmati langsung masyarakat sehingga transisi energi terbarukan cepat tercapai,” kata Kepala Operasi DPPU Ngurah Rai Dicky Abdul Hakim di Denpasar, Minggu.
Pihaknya mengerahkan PLTS untuk mengolah sampah itu sebagai bagian pemberdayaan masyarakat melalui tanggung jawab sosial (CSR) korporasi pelat merah itu.
PLTS yang dibangun di Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Kedonganan Ngardi Resik itu memiliki kapasitas 6,54 Watt Peak (Wp) dan 10 Watt Hour (Wh) per tahunnya.
Nantinya, sampah organik yang terkumpul diolah menjadi briket bioarang dan pupuk kompos.