Founder ITAY, Arief Hidayat Thamrin, menambahkan bahwa penghargaan ini diberikan kepada institusi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu bertransformasi dan memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan energi Indonesia.
Seleksi Ketat Berbasis Prestasi dan Dampak Strategis
Penghargaan ITAY 2026 ditetapkan melalui proses seleksi dan penilaian independen oleh dewan juri yang terdiri dari Ricardi S. Adnan, Hifni Alifahmi, Zilhadia, Martani Huseini, serta Arief Suditomo.
Penilaian dilakukan berdasarkan lima kriteria utama, yaitu Prestasi, Inovasi, Transformasi, Kompetensi Inti, dan Kontribusi, dengan pendekatan berbasis bukti serta dampak strategis terhadap pembangunan nasional.
Penghargaan ini semakin menguatkan komitmen PLN Enjiniring untuk terus memperkuat peran sebagai konsultan enjiniring ketenagalistrikan yang terpercaya dan berdaya saing global. Melalui transformasi berkelanjutan, penguatan kompetensi SDM, serta kolaborasi adaptif berbasis inovasi, PLN Enjiniring berkomitmen menghadirkan solusi engineering yang agile dan berdampak nyata bagi ketahanan sistem kelistrikan nasional serta percepatan transisi energi Indonesia.




