Pecah Kongsi Prabowo-Jokowi? Reshuffle Ketujuh Geser Geng Solo dari Pos Strategis

- Editor

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengambilan sumpah jabatan hasil reshuffle ketujuh pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Setkab)

Pengambilan sumpah jabatan hasil reshuffle ketujuh pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Setkab)

JAKARTA, Mediakarya – Reshuffle Kabinet Merah Putih jilid ketujuh yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 dinilai sinyalemen pecah kongsi antara Prabowo dan Joko Widodo (Jokowi).

Penilaian tersebut mencuat karena posisi orang-orang yang selama ini diidentikkan dekat dengan Jokowi mulai bergeser dari jabatan strategis.

Meski orang dekat Jokowi masih menduduki pos di Kabinet Merah Putih (KMP), namun bukan lagi pada jabatan strategis. Kondisi ini dibaca sebagai indikasi bahwa Presiden Prabowo sudah tidak mau lagi dikendalikan oleh Solo.

“Kalau dilihat komposisinya, memang masih ada lingkar Jokowi di dalam kabinet, tapi bukan di pos-pos kunci. Ini sinyal kuat bahwa Prabowo ingin keluar dari bayang-bayang Solo,” ujar Analis Politik Institute for Public Policy Strategic (IPPS) Nurul Julyana kepada Mediakarya di Jakarta Sabtu (3/10/2026).

Sebelumnya, reshuffle ketujuh ini juga diwarnai mutasi sejumlah pejabat penting, termasuk pergeseran Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan pengangkatan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Presiden untuk melakukan konsolidasi kekuasaan sekaligus menata ulang konfigurasi politik di dalam pemerintahan.

Nurul menilai, manuver ini sekaligus menegaskan arah baru pemerintahan Prabowo yang ingin lebih mandiri dalam pengambilan kebijakan, tanpa intervensi kekuatan politik lama.

Dalam reshuffle ketujuh ini, Presiden melantik 18 pejabat sekaligus di Istana Merdeka.

Rotasi besar-besaran itu mencakup menteri koordinator, menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga, hingga pucuk pimpinan Polri.

Berikut daftar lengkap pejabat yang dilantik:

Menteri Koordinator dan Menteri:

1. Bahlil Lahadalia – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM

2. Sugiono – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), sebelumnya Menteri Luar Negeri

3. Dudung Abdurachman – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam), sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan

Baca Juga:  Wakil Ketua MPR: Para Menteri tak Perlu Risau Isu Reshuffle

4. Arrmanatha Nasir – Menteri Luar Negeri, sebelumnya Wakil Menteri Luar Negeri

5. Muhammad Sarmuji – Menteri Perindustrian

Wakil Menteri:

6. Drajad Hari Wibowo – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

7. Luky Alfirman – Wakil Menteri Keuangan

8. Nurkholisoh Ibnu Aman – Wakil Menteri Keuangan

9. Muhammad Saleh Mustafa – Wakil Menteri Pertanian

10. Irwan Meilano – Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan 187b

Kepala dan Wakil Kepala Badan/Lembaga serta Polri:

11. Listyo Sigit Prabowo – Kepala Staf Kepresidenan (KSP), sebelumnya Kapolri

12. Suyudi Ario Seto – Kapolri, menggantikan Listyo Sigit

13. Wahyu Hadiningrat – Wakapolri

14. Dedi Prasetyo – Kepala Badan Reforma Agraria Nasional

15. Aryanto Wibowo*- Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

16. Fadil Imran – Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa

17. Nuzran Joher – Ketua Ombudsman RI

18. Radian Syam – Anggota Ombudsman RI

Dari daftar tersebut, figur yang selama ini disebut dekat dengan Jokowi seperti Listyo Sigit Prabowo justru digeser dari posisi sangat strategis sebagai Kapolri menjadi KSP.

Praboeo juga mencopot figur yang selama ini dikenal dekat dengqn Jokowi, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Pratikno. Dia resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Prabowo tidak mau langsung melepaskan semua yang ada kaitannya dengan Pak Jokowi, apalagi relasinya baik. Tapi jelas, yang strategis sudah diganti,” ujarnya.

Dengan komposisi baru ini, publik menilai Prabowo tengah berupaya menegaskan kemandirian kekuasaan dan lepas dari kendali politik Solo, meski tetap menjaga keseimbangan agar tidak terjadi benturan terbuka. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

GNK Soroti Komposisi Wantimpres, Singgung Gaya Komunikasi Rocky Gerung
Mantan WK MPO Golkar Jabar: Duet Bahlil-Sarmuji Bawa Golkar Naik Kelas
Etos Indonesia Desak DPP Golkar Cabut Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq: Istri Koruptor Hattrick Ancam Elektoral Partai
Pakar Komunikasi Politik: Suara Kritis Dibungkam, Demokrasi Berhenti Bernapas
Jelang Musda, Kader Senior Golkar Kota Bekasi Adi Yunsyah Imbau Kader Hilangkan Egosentris
Analis IPPS: Polemik Musda Golkar Kota Bekasi Tak Produktif, Perlu Calon Kuda Hitam Redam Konflik
Halangi Tugas Pejabat Ombudsman RI Saat Sidak, Pegawai Lapas Cibinong Terancam Dipidana
Ichsanuddin Noorsy: Krisis Legitimasi Adalah Krisis Kepercayaan, Harus Dicegah Jadi Disintegrasi

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:09 WIB

Pecah Kongsi Prabowo-Jokowi? Reshuffle Ketujuh Geser Geng Solo dari Pos Strategis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:51 WIB

GNK Soroti Komposisi Wantimpres, Singgung Gaya Komunikasi Rocky Gerung

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Mantan WK MPO Golkar Jabar: Duet Bahlil-Sarmuji Bawa Golkar Naik Kelas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Etos Indonesia Desak DPP Golkar Cabut Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq: Istri Koruptor Hattrick Ancam Elektoral Partai

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Pakar Komunikasi Politik: Suara Kritis Dibungkam, Demokrasi Berhenti Bernapas

Berita Terbaru