Ia menambahkan, sejumlah putra-putri Pariaman yang lulus dari ITPLN telah memperoleh ikatan kerja, menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Sistem Pembelajaran Terintegrasi Industri
Wakil Rektor I ITPLN, Susy Fatena Rostiyanti, menjelaskan bahwa ITPLN menerapkan skema pembelajaran SMART 4-4-2. Komposisinya terdiri dari 40 persen teori akademik, 40 persen problem solving bersama praktisi industri energi, serta 20 persen pengalaman lapangan melalui praktik industri dan kuliah tamu.
“Mahasiswa kami dipersiapkan tidak hanya untuk lulus, tetapi untuk siap kerja dengan kompetensi yang teruji,” jelasnya.
ITPLN juga menghadirkan fasilitas pembelajaran berbasis industri, seperti laboratorium simulasi sistem energi berbasis virtual reality dan workshop konversi kendaraan listrik. Selain itu, mahasiswa memperoleh akses sertifikasi internasional, termasuk sertifikasi Microsoft dan kemampuan bahasa Inggris.
Melalui sistem ITPLN Student Profile, kampus memetakan potensi dan karakter mahasiswa untuk diarahkan menjadi future leader serta high achiever. Mahasiswa berprestasi diprioritaskan dalam program beasiswa lanjutan dan rekomendasi ikatan kerja di lingkungan PT PLN (Persero).
Serapan Lulusan Capai 92 Persen
Dari sisi keterserapan kerja, ITPLN mencatat sekitar 92 persen lulusan terserap ke dunia industri, dengan 32 persen direkrut sebelum wisuda. Alumni ITPLN bekerja di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional, termasuk PLN Group, Pertamina, Huawei, BCA, dan Freeport.




