Satpol PP Jaktim Ungkap Pedagang Ikan Kooperatif Saat Direlokasi ke Lokbin Kramat Jati

- Editor

Rabu, 2 September 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merelokasi 614 pedagang yang selama ini berjualan di sekitar Jalan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pedagang ikan, kerang, kepiting atau rajungan, serta hasil laut lainnya yang biasa berjualan malam hari di trotoar Jalan Raya Bogor, depan Pasar Kramat Jati dipindahkan ke Lokasi Binaan (Lokbin).

Selasa (1/9) malam Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung Lokbin Pasar Kramat Jati tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Jakarta Timur, Muhammadong mengungkapkan para pedagang ikan tersebut menunjukkan sikap kooperatif ketika dipindahkan ke Lokbin.

​Keberhasilan ini dipicu oleh keaktifan unsur jajaran kewilayahan yang gencar melakukan sosialisasi kepada para pedagang.

​”Untuk saat ini, khususnya pedagang ikan, tidak ada penolakan. Pak Camat dan Pak Lurah sangat aktif berkoordinasi. Sampai saat ini kami belum menemukan adanya protes dari pedagang,” kata Madong panggilan akrab Muhammadong di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9).

Baca Juga:  DPR: Digitalisasi Penting Bagi Pengembangan UMKM

Madong menuturkan, pihaknya menurunkan ratusan personel gabungan untuk mengawal penataan dan relokasi pedagang di kawasan depan Pasar Kramat Jati, Jalan Raya Bogor. Langkah pengamanan ini dilakukan guna memastikan proses pemindahan pedagang berjalan tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Tentunya kami sudah menyiapkan sekitar 350 Satpol PP untuk hari ini. Ditambah dengan pasukan dari TNI-Polri, ya kurang lebih 500 hari ini yang kita terjunkan,” ucapnya.

Untuk keamanan, Satpol PP Jakarta Timur melakukan penjagaan dua shift. Langkah ini bertujuan guna mengantisipasi potensi kemacetan dan penumpukan pedagang liar pada jam-jam rawan.

Skema penjagaan pertama pada ukul 16.30 WIB hingga 23.00 WIB dan dilanjutkan shift kedua pukul 23.00 sampai 07.00 WIB.

“Untuk ke depannya selalu kita turunkan, ya (petugas Satpol PP). Jadi, untuk hari berikutnya ya tentunya personel Satpol PP dan TNI kami selalu mendampingi,” pungkasnya. (dri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat
Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
PAM JAYA Raih Penghargaan Kearsipan 2026, Kantongi Predikat Sangat Memuaskan
Pansus PTSL DPRD Minta Gubernur dan GTRA Tuntaskan Residu PTSL
Alami Kerusakan Perahu Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Berhasil Ditemukan Selamat
Manuver Golkar di RUU Pemilu: Usul Dapil Nasional, Caleg Gagal Bisa Tetap Jadi DPR

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:05 WIB

PAM JAYA Raih Penghargaan Kearsipan 2026, Kantongi Predikat Sangat Memuaskan

Berita Terbaru

Opini

Di Bawah Payung Ortodoksi Ekonomi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:03 WIB