JAKARTA, Mediakarya – Sekretaris Jenderal Nasional Corruption Watch (NCW) Rechan Nazar menaruh harapan besar kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk memaksimalkan peran Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) dalam mengungkap praktik ijon proyek di sejumlah daerah.
Rechan menilai, praktik ijon atau jual-beli proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sudah menjadi rahasia umum dan menjadi hulu dari korupsi di daerah.
“Di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi, NCW menaruh harapan besar agar Polri dapat memaksimalkan perannya dalam pemberantasan korupsi di daerah. Utamanya dalam kasus proyek yang dibiayai APBD. Sebab praktik ijon proyek sudah jadi rahasia umum,” tegas Rechan saat dihubungi mediakarya.id, Selasa (13/10/2026).
Selain mendorong pengungkapan kasus, NCW juga meminta Kapolri memastikan jajarannya di bawah tidak terlibat dalam praktik bancakan proyek.
NCW meminta Kapolri memberikan atensi khusus agar tidak ada anggota Polri yang bermain dan meminta jatah titik proyek APBD kepada kepala daerah maupun kontraktor.
“Kami minta Kapolri memastikan anggotanya di bawah tidak terlibat dalam jatah titik proyek APBD. Ini yang sering dikeluhkan pengusaha dan menjadi sumber kebocoran anggaran,” ujarnya.
Rechan mengaku optimis di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto, citra Polri yang selama ini dipersepsikan negatif di mata publik dapat kembali pulih.
Menurutnya, jargon ‘Polri Bersama Masyarakat’ yang diusung Kapolri baru harus diterjemahkan sebagai aksi nyata, bukan sekadar jargon seperti sebelumnya ‘Polri Presisi’ yang dinilai hanya slogan.
“NCW optimis bahwa di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi, ‘Polri Bersama Masyarakat’ bukan sekedar jargon, sebagaimana sebelumnya jargon Polri Presisi. Kami yakin Jenderal Suyudi mampu mengembalikan citra Polri,” tutup Rechan. (Ugy)











