JAKARTA, Media Karya – Sinyal bahwa PKS, PKB dan Partai Nasdem yang semula memberikan indikasi akan mengusung mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024 makin menguat.
Pengamat politik Sugiyanto menilai dalam konteks ini, tidak ada dosa politik maupun dampak politik bagi Nasdem, PKS, dan PKB jika tidak mengusung Anies Rasyid Baswedan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada November 2024.
“Ketiga partai ini telah memberikan dukungan penuh dengan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 14 Februari 2024 lalu,” ujar Sugiyanto saat berbincang dengan wartawan, Senin (19/8/2024).
Oleh karena itu, lanjut pria berkacamata yang akrab disapa SGY ini jika ketiga partai tersebut memutuskan untuk tidak mengusung Anies sebagai Cagub DKI Jakarta, hal ini tidak dapat dianggap sebagai pengkhianatan.
“Keputusan untuk mengusung atau tidak mengusung seorang kandidat sering kali didasarkan pada berbagai pertimbangan, termasuk potensi kemenangan, dukungan masyarakat, serta aliansi politik yang ada. Dalam hal ini, Nasdem, PKS, dan PKB memiliki hak penuh untuk menentukan strategi politik mereka demi kepentingan partai dan konstituen mereka,”ujarnya lagi.
Lebih jauh lagi, kata SGY dengan telah memberikan dukungan penuh sebagai Capres, ketiga partai ini telah menunjukkan komitmen dan dukungan mereka kepada Anies Baswedan dalam skala yang lebih besar dan penting. Pilpres memiliki dampak yang jauh lebih luas dan signifikan dibandingkan dengan Pilkada, sehingga dukungan tersebut sudah mencerminkan penghargaan tertinggi terhadap kapabilitas dan visi Anies Baswedan.
“Oleh karena itu, tidak ada dosa atau dampak politik negatif bagi Nasdem, PKS, dan PKB jika memutuskan untuk tidak mengusung Anies Baswedan sebagai Cagub DKI Jakarta pada Pilkada 2024,” pungkasnya. (dri)
