Sikap PAN Soal Ijazah Gibran: Cari Aman di Lingkaran Kekuasaan, Terancam Ditinggal Pemilih Kritis

- Editor

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Partai Amanat Nasional (Ist)

Bendera Partai Amanat Nasional (Ist)

JAKARTA, Mdiakarya –  Sikap Partai Amanat Nasional (PAN) dalam merespons polemik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memicu spekulasi liar di ruang publik.

Langkah PAN yang terkesan hati-hati dan defensif itu dinilai berpotensi menggerus dukungan dari basis pemilih yang mengharapkan ketegasan dari partai berlatar belakang reformasi.

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga menegaskan, PAN tidak ingin mengambil keputusan tergesa-gesa. Pihaknya mengklaim masih mendalami salinan dan pertimbangan hukum putusan MK secara menyeluruh.

PAN menyebut kajian tersebut semata-mata berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara serta penegakan hukum yang adil, bukan demi perebutan kekuasaan jangka pendek.

Dinilai Cari Aman

Namun, analis politik Institute for Public Policy Strategic (IPPS) Nurul Julyana menilai alasan kehati-hatian itu dibaca publik sebagai sikap cari aman.

Menurut Nurul, kekhawatiran PAN akan ditinggal pendukung datang dari kelompok pemilih kritis dan loyalis yang memandang PAN dari sejarah kelahirannya sebagai pelopor Reformasi 1998.

“Sebagai pelopor gerakan reformasi, PAN seharusnya berdiri paling depan dalam menuntut transparansi administrasi negara dan keterpenuhan syarat formal seorang pejabat publik, seperti yang diperdebatkan dalam persidangan MK,” ungkap Nurul kepada Mediakarya di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga:  PBHM Nilai Maraknya OTT Kepala Daerah Bukti Kepemimpinan KPK Efektif

Nurul menilai, posisi PAN yang berada di dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran membuat partai terjebak dilema politik antara menjaga soliditas sirkuit kekuasaan dan mempertahankan idealisme kritis basis massa religius-modernis.

“Seperti dalam menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Oktober 2026 yang menyebutkan bahwa tidak ditemukan bukti meyakinkan terkait ijazah setara SMA milik Gibran, PAN memilih tidak langsung mengambil keputusan politik yang agresif,” katanya.

Taktik Diam Pimpinan Parpol

Lebih jauh, Nurul mengungkapkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berulang kali menegaskan posisi PAN saat ini berdiri tegak bersama Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu yang membuat sikap PAN soal ijazah Gibran menjadi defensif demi menjaga hubungan di lingkaran kekuasaan.

“Diamnya pimpinan parpol dalam kasus ijazah Gibran dicurigai sebagai langkah taktis agar reputasi partai mereka tidak ikut terseret konflik,” pungkas Nurul.

Langkah cari aman PAN ini kini diuji,  menjaga kursi di koalisi atau menjaga marwah reformasi yang melahirkannya. (Agung)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Manuver Golkar di RUU Pemilu: Usul Dapil Nasional, Caleg Gagal Bisa Tetap Jadi DPR
Jelang Musda Golkar, GNK Peringatkan Kader Jangan Terjebak Penumpang Gelap Berkedok Senior
Effendi Gazali Gedor PKB Soal Ijazah Gibran: Dorong Hak Angket, Stop Kebohongan! PSI Saja Bilang Good Luck
Ahmad Doli Ngamuk Diserang Hasyim Asy’ari: Dia Lupa Pernah 2 Kali Dipecat Karena Munafik! Komisaris BUMN Hadiah dari Siapa?
Yusuf Blegur Skakmat Pernyataan Bakom Syahganda: Kasihan Pembantunya Prabowo, Klarifikasi Terus dan Kelewat Offside
Bakom RI: Wapres Gibran Tidak Bisa Di-impeachment, Penurunan Foto Kurang Baik
Di Podcast Akbar Faizal, Bos Charta Politika Bongkar Alasan Berseberangan dengan Jokowi
Pakar Imbau Elit Golkar Responsif Sikapi Wacana Eksodus Kader di Jabar

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Sikap PAN Soal Ijazah Gibran: Cari Aman di Lingkaran Kekuasaan, Terancam Ditinggal Pemilih Kritis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:27 WIB

Manuver Golkar di RUU Pemilu: Usul Dapil Nasional, Caleg Gagal Bisa Tetap Jadi DPR

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Jelang Musda Golkar, GNK Peringatkan Kader Jangan Terjebak Penumpang Gelap Berkedok Senior

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Effendi Gazali Gedor PKB Soal Ijazah Gibran: Dorong Hak Angket, Stop Kebohongan! PSI Saja Bilang Good Luck

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Ahmad Doli Ngamuk Diserang Hasyim Asy’ari: Dia Lupa Pernah 2 Kali Dipecat Karena Munafik! Komisaris BUMN Hadiah dari Siapa?

Berita Terbaru